Jung Sarang merasa kalau hidupnya selalu saja terkena sial.
Segala hal yang dia lakukan selalu saja tidak berjalan lancar meskipun sudah berusaha untuk menanggulanginya.
Sampai suatu hari ponsel Sarang terpasang sebuah aplikasi aneh bernama Fortune...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dalam hidup yang kau hias ada begitu banyak warna dari orang di sekitarmu, sambil melihatmu berdiri di atas punggung lemah mereka, satu-persatu bertanya, "Mengapa langit menjunjung tinggi orang sepertimu?" maka menunduklah, siapapun tahu, warna di hidupmu berasal dari kesusahan orang lain."
....
****
Pada acara ulang tahun sekolah yang kedua.
Lomba antar sekolah kini tinggal lomba sofball dan sepakbola sedangkan lainnya sudah tidak ada, murid-murid di dalam kelas berkumpul untuk membicarakan penampilan lomba raja dan ratu serta ratu kecantikan.
Minju terpilih untuk mewakili kelas kita menampilkan lomba ratu kecantikan, hal itu sudah ditentukan sejak jauh-jauh hari.
Kini semua murid di kelas tengah membicarakan gaun Minju serta rencana-rencana lainnya seperti pementasan antar kelas yang akan dilaksanakan pada hari ketiga.
Kelas kami akan mementaskan drama seperti musikal, banyak murid yang pandai bernyanyi di dalam kelas.
Sebenarnya aku tidak berniat untuk ikut campur pada acara itu dikarenakan aku tidak mendapat peran apapun, pementasannya cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak murid, orang-orang sepertiku hanya akan bernyanyi pada akhir acara bersama pemeran utama.
Namun yang menjadi masalah adalah Minjeong dan Somi yang berperan penting dalam acara sudah dipastikan tidak hadir, besok, sehingga teman-teman di dalam kelas menjadi kebingungan.
Mereka memaksa agar Minju mau mengambil peran milik Somi.
“Sarang, apa kau mau mengambil peran Minjeong?” tanya Minkyu si ketua kelas sembari menghampiriku.
Sontak kedua mataku terbelalak, “U-untuk apa? Aku tidak bisa bermain peran.”
“Iya, tapi katanya kau bisa bernyanyi, drama yang kita mainkan adalah drama musikal, lagipula peran Minjeong tidak terlalu sulit.”
Ti-tidak terlalu sulit apanya … peran Minjeong termasuk pemeran utama, bagaimana bisa aku menghafalkan dialog pemeran utama hanya dalam waktu semalam, walaupun aku tahu semua lagu yang akan dinyanyikan tetap saja drama adalah hal sulit.
“Di kelas ini sudah tidak ada lagi perempuan yang bisa bernyanyi selain kau dan Yuri, tadi kami ingin memilih Shuhua tapi suara dia jelek sekali,” keluh Jeongin.
Langsung saja Shuhua memukul kepalanya dengan buku.
Aku menjadi kebingungan sendiri, mengapa harus aku? Padahal kemampuan bernyanyiku juga tidak terlalu bagus, tidak seindah Minjeong, aku yakin ada beberapa murid di dalam kelas yang bisa bernyanyi.
“Tenang saja, kau tidak harus mengganti pakaian ataupun melakukan peran yang sulit, lagipula Minjeong mendapat peran gadis pemalu dan tidak banyak percakapan, kau pasti bisa,” ucap Minkyu berusaha membujukku.