Jung Sarang merasa kalau hidupnya selalu saja terkena sial.
Segala hal yang dia lakukan selalu saja tidak berjalan lancar meskipun sudah berusaha untuk menanggulanginya.
Sampai suatu hari ponsel Sarang terpasang sebuah aplikasi aneh bernama Fortune...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku merasa ingin melindungimu, meskipun aku bangkit dari dalam memori gelap, aku yang selalu menangis di dalam hati, sebelum menjadi pahlawan dan menyentuh pipimu dengan kedua tanganku.
Seperti goresan luka di masa lalu, kau akan selalu tersimpan di hatiku."
.....
****
Cookies 1
“Lari lebih kencang, Yujin! Kau pasti bisa!”
Yujin berlari sekencang mungkin hingga dia terpeleset di dekat base, Ryujin berdiri dan menyayangkan hal tersebut saat melihat Yujin ditempeli bola, latihan kali ini tim Ryujin ketinggalan dua poin.
“Aku seharusnya tidak terpeleset, padahal nyaris saja berhasil!” ucap Yujin sambil melepas topi.
Ryujin tersenyum lebar, “Itu hanya kebetulan saja, biasanya kau bisa lari lebih cepat daripada itu, latihan berikutnya pasti akan ada kemajuan.”
Para adik kelas itu duduk bersantai di dekat Ryujin untuk meminta beberapa saran dari ketua klub softball putri, tentu saja karena mereka mengakui seberapa pandai Ryujin bermain softball hingga dia dipilih menjadi ketua.
Jay yang duduk tak jauh dari sana melihat bagaimana antusias para adik kelas meminta saran kepada Ryujin, meskipun sudah menaiki kelas dua ternyata gadis itu tetap tidak berubah, saat di lapangan dia akan berubah menjadi orang yang bersemangat.
“Ayo sekarang giliran kita yang berlatih,” ucap ketua tim laki-laki.
Jay berdiri seraya terus melihat segerombolan murid perempuan itu saling mengobrol, meskipun begitu kedua matanya hanya tertuju pada satu orang di antara mereka.
Sebelum menuju lapangan untuk berlatih lelaki itu meletakkan sebuah botol minuman di dekat sebuah tas berwarna biru tua kemudian segera pergi menghampiri teman-temannya di dalam lapangan, bersiap-siap untuk berlatih.
Ryujin menanggapi obrolan dari temannya sembari berjalan mengambil tas, hendak membeli minuman ringan di mesin minuman, akan tetapi dia melihat sebuah botol air tepat di sebelah tasnya.
“Siapa yang memberi ini?” gumam Ryujin kebingungan.
****
Cookies 2
Minjeong mendengkus pelan di bawah atap salah satu toko dekat sebuah sekolah.
Hujan turun lumayan deras hingga dia harus berteduh sejenak sambil menunggu jemputan, dia sudah menelfon orang di rumah agar segera datang.
Hari ini gadis itu sedang pergi untuk melakukan pendaftaran ulang lomba sains di sekolah sebelah, karena Jay sedang sibuk berlatih softball untuk acara lomba yang sama, sehingga Minjeong harus mendaftar ulang sendirian.