[Diary 9] Tetangga Masa Kecil

908 270 64
                                    

"Apa yang harus disesalidi masa lalu,walau kau terus dikucilkankenapa kau masih saja memeluknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa yang harus disesali
di masa lalu,
walau kau terus dikucilkan
kenapa kau masih saja memeluknya.
Keberadaanmu bahkan tidak
diketahui olehnya,
dia yang selalu menjatuhkanmu,
mengapa kau hidup seperti ini?"

....

****

“Bagaimana kalau baju ini?”

Jeongin menunjukkan sebuah dress lucu berwarna biru laut digantung bersama dress bagus lain, tampaknya dia sedang merekomendasikan baju yang pas untuk dipakai olehku, tetapi semua rekomendasi darinya membuatku tidak mampu berkata-kata.

“Apa kau bodoh? ITU BAJU ANAK KECIL!” bentak Shuhua dengan galak.

Dia membuatku kaget hingga terjingkat, aku tidak menduga kalau Shuhua memiliki tingkah nyaris sama seperti Ryujin, pantas saja mereka berdua terkadang terlihat akrab sekali.

“SELAIN ITU BAJUNYA PENDEK, KAU INGIN DIA SEMAKIN KEDINGINAN?!” timpal Yuri, ikut emosi.

Jeongin langsung dijadikan samsak tinju oleh Shuhua dan Yuri karena tidak becus memilih pakaian, sebenarnya aku tidak ingin mereka repot-repot sampai memilih baju tetapi bibirku masih bergetar, aku tidak bisa mengatakan apapun selain bisikan.

“Jangan berisik!” keluh Sunghoon sambil meraih sebuah baju dan celana yang bahannya tebal dari pakaian musim dingin.

Lelaki itu langsung berjalan cepat menuju kasir dan membayar pakaian tadi secara tunai kemudian menghampiriku dan meminta pergi ke ruang ganti.

Sempat kulihat Jeongin, Shuhua dan Yuri saling menatap satu sama lain, terutama melihat tingkah Sunghoon begitu repot sekaligus khawatir seolah-olah aku adalah keluarganya sendiri.

Aku juga tidak pernah menduga kalau Sunghoon akan bersikap sebaik ini, padahal dia tidak terlalu banyak bicara ketika di sekolah.

Tingkahnya itu … mengingatkanku pada Jake.

Andaikan saja aku bisa pergi ke tempat ini bersama Ryujin dan Jake, pasti akan sangat menyenangkan.

****

Aku menjadi merasa lebih baik setelah mengganti pakaian dan memakai selimut hangat, mereka berempat akan mengantarkanku keluar dari daerah Namsan Tower agar aku bisa pulang ke rumah dengan aman.

Sebenarnya aku merasa tidak nyaman karena mereka berempat terus menemaniku, sebentar lagi jam dua belas malam akan datang dan acara kembang api tetap akan dilaksanakan meskipun habis hujan.

Mereka seharusnya pergi ke lapangan untuk menonton kembang api, bukan menemaniku di dekat gerbang masuk Namsan Tower.

“Apa sebaiknya aku menelfon Ryujin?” tanya Yuri.

Sontak aku menggelengkan kepala, “Ja-jangan.”

Yuri terlihat bingung ketika aku menjawab seperti itu.

Fortune Diary [TXT - Beomgyu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang