Pria itu membawa Yiu ke atas pelana kuda dan bersiap pergi. Namun, Wu Xiao berhasil mencegahnya. "Pangeran Hwang? Bagaimana Anda ... Anda bi-"
Pria di atas kuda itu adalah Pangeran Hwang ia menatap dingin Wu Xiao. "Aku akan membawa A-Ying sebelum terlambat. Mereka juga mengincar adikku! Kamu minggir! Jangan halangi jalanku!"
Pangeran Hwang mendorong Wu Xiao menjauh dan segera menembus asap hitam yang kini sedikit memudar itu. Memacu kudanya dengan kecepatan tinggi meninggalkan area pertarungan.
Wu Xiao masih belum percaya yang baru saja ia temui adalah Pangeran Hwang. Namun, kali ini bukan Pangeran Hwang yang sering ia lihat. Wajahnya kurus pucat, maniknya terlalu dingin dan tidak ada senyuman seperti yang dulu selalu ada di wajahnya.
Wu Xiao tersadar dari lamunan dan kembali bertarung menghalangi beberapa Prajurit BaiQing yang berusaha mengejar kuda Pangeran Hwang.
♣♦♣
Hari telah gelap dan bulan di langit memancarkan sinar redupnya lalu perlahan bersembunyi di balik awan hitam. Semuanya gelap dan gelisah bercampur dengan rasa yang unik.
Senang dan sedih bercampur di wadah, berputar membentuk arus jurang di tengah pertemuan keduanya.
Yiu perlahan mendapatkan kesadarannya, ia membuka manik cokelatnya. Cahaya silau mulai menembus masuk ke dalam retina kecilnya.
Ia batuk beberapa saat. Paru-parunya sedikit sesak dan kepalanya berputar. Ia terlalu akrab dengan rasa sakit ini.
Yiu melempar ingatan terakhir yang dia ingat dan mengerti bahwa dia terkena efek dari ledakan saat itu.
Ia mengangkat maniknya dan perlahan melihat siluet seseorang bergegas duduk di dekatnya.
Penglihatan tidak fokus, ia melihat satu tangan pria itu melambai di wajahnya. Namun, ia seperti melihat tiga tangan dan sebuah wajah yang samar.
Yiu menebak dia adalah Wu Xiao sehingga dengan cepat mengalihkan wajahnya.
"Pergilah Wu Xiao, aku tidak apa-apa. Aku bisa mengurus diriku sendiri."
Tangan pria itu terulur menyentuh pipinya, awalnya Yiu ingin membuang tangan itu. Namun, suara pria itu menghentikan niatnya.
"A-Ying..."
Yiu menegang lalu mencoba mendapatkan tenaga untuk duduk perlahan sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba mendapatkan kembali penglihatannya. Dengan jantung berdegup ia memberanikan diri mengangkat wajahnya.
Bayangan kabur itu semakin terlihat jelas.
Ekspresi itu ... dingin dan khawatir. Alis dan mata tajam itu ....
"Dage?"
Tanpa sepatah kata tubuh Yiu ditarik mendekat oleh pria itu. Pria itu mendekap Yiu terlalu erat membuat Yiu kembali merasa sesak.
Namun, rasa sesak kali ini berbeda. Rasa sesak ini membunuh rasa khawatir dalam hatinya.
Mereka berpelukan cukup lama, setelah itu Yiu meneliti seluruh tubuh kakaknya.
"Ini sungguh dage?"
"Mn. Ini aku .... Bagaimana perasaanmu? Kamu harus beristirahat beberapa hari lagi, A-Ying." Xiao Gie memegang pundak Yiu dan menduplikat gerakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasyYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
