Chapter 49 : Bertukar Tempat.

15.4K 1.8K 213
                                        

Yiu masih siaga dengan semakin mendekatkan tusuk rambut itu untuk mengancam membuat Wu Xiao kembali berkicau, "Aihh! Aku tidak bermaksud begitu sungguh! Coba kau pikirkan sekarang orang-orangku semuanya adalah laki-laki dan Tabib Hua tidak bisa berlama-lama disini untuk mengawasimu yang sangat bandel minum obat padahal nyawamu tengah sekarat! Kau masih beruntung aku berbaik hati mau meminumkannya untukmu jika aku menyuruh prajuritku yang melakukannya dan bilang kau adalah istinya bukankah kau pasti akan langsung membakar tempat ini?! Aihh lupakan saja itu hanya demi menyelamatkan nyawamu tidak ada maksud lain."

Yiu sendiripun jug merasa perlakuan Wu Xiao tidak salah lagipula jika dia bermaksud jahad buat apa dia membuang-buang kesempatan emas untuk berbuat buruk pada Yiu disaat Yiu tengah tak sadarkan diri.

Perlahan Yiu menurunkan tangannya yang menggenggam tusuk rambut itu dan pandangannya segera kosong.

Wu Xiao memegang kedua bahu Yiu, "Aku tidak memintamu percaya padaku tapi jika aku terbukti memiliki niat buruk padamu kau bisa membunuhku saat itu juga! .... Aku juga sahabat dari kedua kakakmu jadi aku akan melindungimu hingga kau bertemu dengan kedua kakakmu, kita cari mereka bersama, setuju?"

Yiu mengangkat wajah datarnya yang tengah berlinang air mata bersiap menumpahkannya bagai air terjun. Ibu jari Wu Xiao segera menghapus bening air yang sudah turun beberapa titik air, "Jangan menangis jangan takut, aku akan melindungimu."

Tiba-tiba pintu kamar Yiu kembali terketuk dan seorang pelayan pria masuk dengan tergesa-gesa, "Yang Mulia! Gawat! Kaisar Liu Yu mengumumkan akan mengadakan pemeriksaan di setiap rumah untuk mencari seseorang penjahat wanita kejam yang kabur bersama kelompoknya! Gerbang kota juga akan di tutup selama pemeriksaan berlangsung. Saya menduga mereka tengah mencari Putri Ying, lalu kita harus bagaimana Yang Mulia?"

♣♦♣

Yiu dan Wu Xiao menoleh serempak menatap pelayan pria itu dengan mata melebar dan alis yang terangkat tinggi, "Apa?!"

Mendegar nama itu disebut, hati Yiu bergejolak antara sedih dan kecewa. Yiu menggeser kepalanya menghadap Wu Xiao, tangannya tanpa sadar naik dan mencoba mengali celah antara tangan hangat Wu Xiao dan kedua pipinya yang sama hangatnya.

Menangkup kedua tangan itu dan menggenggamnya dengan erat, walau wajahnya terlihat seperti tengah kebingungan yang tidak berarti namun Wu Xiao mengerti betul arti di balik pandangan itu.

Tangan Wu Xiao segera beralih dari menangkup pipi Yiu lalu segera menggenggam tangan Yiu yang menggenggamnya sesaat tadi kemudian satu tangannya beralih mengelus rambut hitam Yiu yang bagai sungai tinta yang berkilau jernih dan mencoba meyakinkan, "Tenangkan dirimu. Kamu aman selama bersamaku."

Wajah Yiu berubah datar lalu menoleh mengintip di sudut matanya ke arah pelayan itu yang secara refleks segera mengundurkan diri setelah menyadarinya.

"Liu Yu bajingan! Anjing Liar tidak tahu malu! Dia berbuat sejauh ini demi apa?! Aku harus membunuhnya sekarang juga!" Yiu beranjak turun dari ranjang bambu dalam satu gerakan cepat tapi tangan Wu Xiao segera menangkap dan menahan pergerakan Yiu dengan tenaga yang lebih kuat sebelum menarik kembali Yiu untuk duduk.

"Jangan gegabah! Dia berada di puncak langit sekarang! Bahkan jika seluruh kerajaan barat dan utara bersatu kekuatannya tidak akan sebanding dengannya untuk saat ini! Bersabarlah hingga waktunya tiba."

Yiu tidak memperdulikan apa yang Wu Xiao katakan, dengan sisa tenaga yang belum pulih ia masih mencoba lepas dari cengkraman pemuda itu dan kembali maracau, "Lepas! Aku ingin membunuh bajingan itu! Jangan halangi aku! Dia bilang dia mencariku, 'kan? Baiklah ... aku akan datang untuk mengirimnya ke neraka terdalam detik ini juga!"

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang