Chapter 72 : Jujur Pada Hatimu

3.9K 557 99
                                        

Walau rencananya berjalan lancar ditambah ia mendapatkan apresiasi dari Wu Xiao, tak membuat rasa khawatir Yiu berkurang. Ia merasa masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Meski begitu, ia tetap menampilkan senyum hormat pada Wu Xiao yang malah mengajaknya minum arak, seolah perseteruan antara mereka beberapa hari yang lalu tidak pernah ada.

"Bersulang untuk calon istriku!"

Untuk selanjutnya, Wu Xiao hanya mendengar suara benda tumpul berisi air menghantam pundaknya hingga menumpahkan seluruh isinya, membasahi pakaiannya sebelum semuanya menjadi buram sesaat.

♣♦♣

Hwang yang mendengar celetukan Wu Xiao refleks melempar cangkir tehnya ke arah Wu Xiao yang membuat pandangan Wu Xiao hilang beberapa detik.

"Apakah pikiranmu sudah jernih sekarang?"

Pertanyaan Hwang terdengar seperti penuh kepedulian walau Wu Xiao tahu jikalau Hwang tengah mengingatkannya secara terang-terangan bahwa apa yang ia katakan hanyalah sebuah ketidak mungkinan belaka.

"Kakak ipar, aku serius. Aku dan Liying adalah pasangan yang dijodohkan langit. Kami telah melewati hidup dan mati bersama puluhan kali. Benar, 'kan, Liying?"

Bersamaan dengan itu Wu Xiao menarik-narik kecil ujung pakaian Yiu dan berekspresi layaknya anak kecil dengan memanyunkan bibirnya.

Yiu segera menggeleng kuat pada Hwang sebagai penolakan akan pernyataan Wu Xiao. Lidahnya tiba-tiba terasa kelu untuk menyanggah karena terlalu syok. Melihat itu, Wu Xiao semakin tak tinggal diam.

Ia segera menarik telapak tangan Yiu dan kembali menggoyang-goyangkannya dengan ekspresi yang sama.

"Benar, 'kan, Liying?" Kali ini ia mengedip-kedipkan manik hijau zamrudnya sebagai pelengkap amunisinya.

Yiu yang melihatnya semakin syok. Jantungnya berdegup terlalu cepat dan ia tidak tahu harus berbuat apa. Wajahnya langsung berubah merah sembari terus berusaha menyakinkan kakaknya.

Hwang yang melihat penolakan dari Yiu terdiam sejenak. Meski ia terus menggeleng, tetapi gestur tubuhnya tidak menunjukkan penolakan pada apa yang Wu Xiao lakukan padanya.

Lihat saja, bahkan Yiu sendiri tidak berusaha melepaskan pegangan tangan Wu Xiao, dan apa-apaan dengan wajahnya yang tiba-tiba terbakar?!

Hwang mulai putus asa, seolah semut saja tahu perasaan apa yang mereka sembunyikan hanya dalam sekali lihat.

"A-Ying, jangan katakan jika kamu jatuh pada pria gila ini?"

Tubuh Yiu semakin kaku. Ia merasa kehilangan wajahnya dan ingin menceburkan diri ke laut saat itu juga. Wajahnya tertunduk dalam dan jatuh lesu.

Yiu mencoba menyanggah. Namun, perkataannya terbata-bata membuat Hwang semakin tidak habis pikir.

Yiu mungkin terkenal gagah berani di medan perang. Namun, jika sudah menyangkut urusan perasaan, Yiu hanyalah seorang pengecut.

Apalagi Wu Xiao sangat mendadak ingin memberitahu hubungan mereka pada kakaknya tanpa memberitahunya dulu membuat nyali Yiu makin ciut.

Hwang menghela napas berat lalu meraih cangkirnya untuk meredakan perang antara otak dan hatinya.

Yiu sudah tidak dapat berkutik layaknya anak kecil yang ketakutan. Tubuhnya gemetar ringan. Namun, genggaman tangan Wu Xiao semakin mengerat memberikan isyarat keberanian.

Atensi Yiu beralih pada Wu Xiao yang menatapnya tulus seolah menyalurkan keberanian untuk jujur. Jujur pada perasaannya sendiri dan pada orang terdekatnya.

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang