Madam Ning yang melihat pemuda asing menatap pemuda itu dengan ekspresi binggung dan bertanya, "Anak muda ini siapa? Putri, apakah ini pengawal anda?"
Lagi-lagi Wu Xiao merutuki kalimat itu dalam hati sembari mengutuk, "Bagaimana bisa wajah setampan ini disebut pengawal? Aku ini termasuk ranking tiga pria paling tampan di wilayah Barat!"
Yiu segera menyahut, "Ah bukan, dia adalah Wu Xiao, dia temanku."
Xu Lan yang masih mengira Wu Xiao dari kalangan rakyat biasa bergumam, "Sepertinya saya pernah sekali mendengar marga Wu tapi entah berasal dari keluarga mana .... Ibu, bukankah supir keluarga adipati di kota kita bermarga Wu juga ya? Apakah dia anaknya?"
Madam Ning memukul tangan Xu Lan dengan ekspresi mengerikan sebelum kembali tersenyum dan menatap Wu Xiao untuk memastikan.
"Pemuda bermarga Wu ini cukup tampan, sepertinya seorang tuan muda? Sebentar saya perlu waktu ... Wu dari wilayah barat? Wu dari kerajaan Zhang Wu? Apakah ini ... Pangeran kedua Zhang Wu, Pangeran Wu Xiao?!"
♣♦♣
Yiu mengangguk dan Wu Xiao langsung bersemangat dalam diam.
Wajah Xu Lan segera kehilangan warnanya, Madam Ning juga tak jauh berbeda. Keduanya menahan napas tanpa sadar.
Yiu yang binggung dengan ekspresi mereka segera bertanya, "Kalian kenapa?"
Xu Lan dengan cepat membalas, "Sebelumnya maafkan saya karena tidak mengenali anda, Pangeran. Saya pikir anda ... anda .... Saya tidak mengira jika anda ... argh yang rendahan ini berdosa sekali, tolong ampuni saya."
Madam Ning, "Yang rendahan ini juga bersalah, Yang Mulia."
Wu Xiao mendapat kembali wibawanya dan dengan santai berkata, "Sudah lupakan saja. Aku tidak terlalu mempermasalahkan."
Pasangan ibu dan anak itu sempat meragu dan beradu pandang sebelum tersenyum dan berterima kasih, "Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia." Wu Xiao mengangguk.
Yiu yang mengerti keadaan lalu berujar, "Kami berdua sedang menyamar lagipula aku yang mendandani wajahnya menjadi lebih jelek lagi dari aslinya jadi wajar jika kalian mengira dia pelayanku."
Manik Wu Xiao membola, menatap tak percaya ke arah Yiu yang sejak dulu selalu tak menghiraukan pandangannya.
Yiu kembali bertanya, "Oh ya, bagaimana kalian bisa langsung tahu jika dia Pangeran kedua? Dari sekian banyak Pangeran dari Zhang Wu kenapa kalian bisa langsung menebak?"
Madam Ning bersuara dengan sedikit gemetar, "Disini pernah tersebar desas-desus tentang kedatangan Pangeran dari Zhang Wu untuk menyelamatkan kedua pangeran saat peristiwa pengalihan kekuasaan secara sepihak terjadi, tetapi setelah sampai ia tidak berhasil menemukan keduanya sehingga segera kembali ke negaranya sebelum Sang Kaisar menemukannya. Saya tidak menyangka jika jika rumor itu benar adanya dan sekarang saya tak menyangka akan melihat langsung Yang Mulia Pangeran Wu Xiao berdiri disini bersama Yang Mulia Putri seperti sekarang."
Yiu mengangguk paham.
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar derit pintu pagar rumah tengah didorong oleh seseorang. Spontan Yiu dan Wu Xiao segera waspada.
"Istriku, kami pulang." Yiu bernapas lega setelah mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya.
Pria itu membuka pintu utama dan nampaklah dua sosok pria dengan wajah berwarna merah akibat cuaca dingin diluar. Kedua pria itu adalah Xu Rui dan putra keduanya--Xu Gui-- yang bergegas pulang setelah selesai menutup toko kain mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasíaYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
