"Kau baik-baik saja kan? Apa kau terluka?" ucapannya terdengar seperti sangat mengkhawatirkan Yiu.
Yiu menggeleng cepat lalu tersenyum manis seakan ia membuktikan bahwa tidak terluka sama sekali walau kenyataannya sebaliknya.
Perasaan Pangeran Hwang menghangat setelah melihat senyum adiknya itu.
"Maaf pangeran tapi aku juga sedang terluka parah kenapa kau tidak mengkhawatirkan atau menanyaiku"
Jendral Rong berbicara dengan ekspresi manyun seperti anak kecil yang tidak mendapat permen.
Ucapan Jendral Rong dibalas dengan tinju dibagian perutnya, membuat ia merintih kesakitan.
"Buat apa aku mengkhawatirkanmu hmm! daripada kau terus merengek lebih baik biarkan pelayan mengobati lukamu dengan jarum akupuntur"
Ucapan Pangeran Hwang spontan dibalas gelengan cepat dari Jendral Rong, walau tampangnya garang namun sebenarnya Jendral Rong sangat takut dengan jarum akupuntur.
Yiu yang mendengar mereka bercanda hanya tersenyum samar sambil mengelengkan kepalanya singkat.
♣♦♣
Setelah memasuki gerbang pusat kota, mereka berjalan kearah sebuah tenda darurat yang sudah disiapkan Yiu sebelum memulai perang untuk mengobati pasukan yang terluka.
Beberapa prajurit yang membawa tandu berlarian menuju tenda darurat dengan membawa prajurit yang terluka parah.
Semua pelayan dan tabib kewalahan mengobati prajurit yang terluka, terdengar juga teriakan kesakitan dari para prajurit yang membuat hati Yiu mencelos sakit.
"Pangeran.. Apakah aku boleh membantu para tabib untuk mengobati prajurit kita?"
Yiu menoleh dengan tatapan memohon kearah Pangeran Hwang yang sedang mendudukan Jendral Rong disebuah ranjang darurat untuk diobati.
Pangeran Hwang nampak berpikir sebentar.
"Kau boleh membantu mereka namun kau harus sembuhkan lukamu terlebih dulu"
Ucapan Pangeran Hwang membuat Yiu mengerucutkan bibirnya.
"Tapi aku baik baik saja, lihatlah prajuritmu meraung kesakitan dan membutuhkan perawatan segera namun tenaga yang kita punya sekarang sangat sedikit sehingga tidak semua bisa langsung ditangani"
"Huh! Baiklah bantu mereka tapi jika kau merasa lelah segera istirahat aku tau kau pasti sangat lelah karena semua ini"
Pangeran Hwang tersenyum singkat namun cukup membuat Yiu terlonjak senang.
Yiu tanpa pikir panjang segera meminta beberapa ramuan yang sudah disiapkan para tabib dan segera menangangi para prajurit yang terbaring menahan sakit.
Ia bahkan lupa dengan luka pada tubuhnya sendiri, baginya lukanya adalah urusan belakangan selama ia masih sanggup menahannya yang lebih penting sekarang adalah menyelamatkan nyawa para prajurit dari jurang kematian sebanyak mungkin.
Pangeran Hwang duduk disebuah kursi kayu didekat tenda darurat salah satu tangannya memegang sebuah ramuan seperti saleb dari tabib untuk dioleskan dibagian tubuhnya yang terluka.
Tiba tiba seorang pria berpakaian perang namun terlihat mewah layaknya seorang Jendral duduk disebelah Pangeran Hwang.
Pangeran Hwang hanya melirik sekilas pemuda disampingnya lalu kembali fokus pada luka lukanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasyYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
