"Umur berapa kau?! Dasar cengeng"
Suara sarkastik Pangeran Xiao Gie menusuk pendengaran Yiu membuatnya semakin enggan pergi.
Hey... Aku bahkan tidak mengeluarkan setetes air mata!
Baru saja Yiu hendak menjawab ucapan kakaknya itu, tubuh Yiu sudah ditarik menuju kedalam pelukan Pangeran Xiao Gie.
Setitik air mata lolos tanpa izin dari manik Yiu.
"Jangan pernah menunjukkan raut wajah seperti itu, teruslah bahagia. Jika dia menyakitimu, pulanglah aku disini untukmu" Yiu mengangguk ringan ditengah acara pelukan kakak beradik ini.
Terkadang Yiu binggung dengan sikap kakak pertamanya ini yang kadang sangat sulit ditebak.
Kaisar Wang menepuk nepuk pundak Yiu pelan membuat Yiu beralih memeluk Kaisar Wang. Air matanya terus jatuh, untung saja tidak ada yang melihatnya menangis.
Entah mengapa ia merasa tidak ingin pergi, sungguh sulit baginya meninggalkan mereka seolah ini adalah pertemuan terakhir mereka.
"Teruslah berbahagia Ying, jaga dirimu baik baik. Pintu istana tak pernah tertutup untukmu"
"Meimei.. Kita harus segera pergi sebelum matahari semakin meninggi"
Anggap saja Yiu terlalu lemah pada perpisahan tapi itulah yang Yiu rasakan sekarang. Seolah olah ia kembali harus merasakan rasanya kehilangan yang begitu besar disuatu perpisahan.
Perpisahan ini terlalu menyakitkan.
Kereta kuda beserta rombongan kerajaan perlahan berjalan keluar pintu istana.
♦♣♦
Perjalanan kali ini memakan waktu 2 hari 1 malam untuk sampai di ibukota BaiQing Liu dengan pasukan berkuda.
Yiu terus termenung didalam kereta kudanya yang mulai bergoyang kencang akibat jalan yang penuh batu, artinya rombongannya sudah memasuki hutan menuju perbatasan selatan.
Merasa sudah memasuki kawasan hutan, Yiu membuka jendela disamping kanannya dan terus melihat kearah luar, mencoba membunuh waktu dengan menghitung berapa banyak burung yang ia jumpai disepanjang perjalanan.
"Berhenti! Kita istirahat disini malam ini, cepat dirikan perkemahan disini"
Suara Jendral Rong menghentikan langkah pasukan berkuda dan mereka dengan cekatan mendirikan perkemahan. Yiu segera masuk kedalam tenda berwarna putih gadingnya itu.
"Putri, anda menginginkan sesuatu?"
Suara Chi chi membuyarkan lamunan Yiu yang entah sudah berkeliaran kemana jauhnya.
"Ah tidak ada, aku akan pergi mencari udara sebentar"
"Saya ikut putri"
"Tak perlu, lebih baik kau menyiapkan makan malam kita. Aku hanya akan jalan jalan tidak akan jauh dari tenda"
Hari sudah gelap, Yiu melangkah keluar mencari udara dingin untuk menjernihkan pikirannya.
Yiu berjalan agak menjauh dari perkemahan, ia menemukan sebuah batu besar yang cocok untuk menikmati semilir angin malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasyYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
