Chapter 8 : Kesempatan Emas

63.3K 6K 102
                                        

Tiba tiba suara lantang Kasim Sin dari luar kamarnya mengagetkan dirinya.

"Perhatian, Kaisar, Permaisuri, dan Putra Mahkota memasuki ruangan"

Degg..

Aku harus berbohong apa lagi kali ini?!!

♣♦♣

Kaisar, Permaisuri, dan Putra Mahkota melangkahkan kaki masuk kedalam kamar Putri Ying.

Yiu sedang menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, ia berpura pura melamun dan tidak menyadari kehadiran orang tua dan kakaknya.

Sebenarnya ia hanya malas saja untuk berdiri dan memberi salam kepada mereka, dan otaknya sedang berpikir keras menebak pertanyaan apa yang akan ditanyakan mereka sekaligus mencari jawaban yang tepat.

"Ying kau kenapa nak? Apa kau sakit? Wajahmu sedikit pucat" Permaisuri menghampiri Yiu yang masih berakting sedang melamun dan wajahnya sedikit dibuat lesu dan lelah.

Ya, kini cara yang ada dipikiran Yiu agar terhindar dari ceramah, omelan, nasehat, hukuman, ancaman, dan serangkaian pertanyaaan yang akan membuat Yiu pusing adalah dengan cara berpura pura sakit, dengan begitu dia akan disuruh beristirahat dikamar.

Yiu menoleh lemah kearah ibundanya, "Ah.. Aku tidak kenapa kenapa ibunda dan aku juga tidak sedang sakit" Yiu mulai melancarkan akting masuk angin namun sok kuat ala dirinya.

"Kau nampak pucat Putri Ying lebih baik kau istirahat sekarang, kau berhutang penjelasan pada kami tentang hilangnya dirimu kemarin Putri Ying dan kau bisa menjelaskannya setelah kau sembuh"

Kaisar berucap lembut namun dengan ekspresi datar, setelah kejadian yang menimpa Putri Ying beberapa minggu yang lalu sikap sang Kaisar berubah dari yang sebelumnya dingin sekarang menjadi lebih lembut pada Ying.

"Tidak perlu Ayahanda, saya tidak sedang sakit dan ini mungkin karena saya sedikit lelah dan kurang tidur"

Kaisar masih dengan wajah datarnya. "Sekarang istirahatlah, biar Permaisuri yang menemanimu agar kau cepat sembuh dan ingat kau masih berhutang penjelasan pada Ayahanda, sekarang Ayah dan kakakmu sedang ada urusan jadi tidak bisa lama lama, cepat sembuh putriku" Kaisar mengusap lembut rambut Yiu dan melangkah keluar pavilium diikuti Putra Mahkota.

Putra Mahkota bahkan tak bertanya kabarnya atau setidaknya menyuruhnya istirahat, dia pergi begitu saja tanpa berucap sepatah katapun dan hanya berdiri memandang Yiu nyaris tanpa ekspresi. Chi chi benar jika dia memang orang yang sangat dingin bahkan melebihi Kaisar.

Sungguh kakak yang menyebalkan. Batin Yiu dalam hati.

Sekarang dikamar Putri Ying hanya tinggal Yiu alias Putri Ying, Permaisuri, dan 3 orang pelayan.

"Sekarang kau harus makan terlebih dahulu kau pasti belum makan bukan?" tanya Permaisuri penuh perhatian yang diangguki Yiu.

Pelayan memberikan sup hangat kepada Yiu, dengan lahap Yiu menghabiskan sup itu.

"Sekarang kau minum ramuan dari tabib Ming agar kau cepat sembuh" permaisuri menyodorkan cairan kental berwarna hitam pekat yang berada dimangkuk kecil.

Apa apaan ini?! Itu obat atau racun hah?! Apakah tabib tak tau diri itu ingin membunuhku dengan membuatkan cairan menjijikan ini?! Tuhan tolong selamatkan aku..

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang