Wajah Pangeran Liu Yu tertunduk, matanya memerah. Yiu tidak bisa tidak memperhatikan pria didepannya sekarang, ia harus menenangkannya.
"Tenanglah, kau bilang kau mengangumiku karena bakat berpedangku jadi buat apa kau khawatir.. Aku tidak bisa membiarkan hanya kakakku seorang memimpin pasukan yang akan berperang disini"
Pangeran Liu Yu mengangkat kepalanya, manik keduanya bertemu pandang cukup lama. Tiba tiba Pangeran Liu Yu bergerak maju dan memeluk Yiu dengan erat.
"Terima kasih.. Terima kasih sudah bersedia membantuku, berjanjilah kau akan menjaga dirimu karena jika aku melihatmu terluka sedikit saja aku tidak akan mengizinkanmu berperang, mengerti"
Yiu hanya diam tak membalas pelukan itu dan setelah itu senyum kecil nan tulus muncul singkat di wajah Yiu. Pangeran Liu Yu pun tersenyum disudut kirinya saja.
♣♦♣
Tiga hari berlalu dengan penuh kesibukan, bukan kesibukan menyiapkan pernikahan seperti yang direncanakan melainkan kesibukan persiapan peperangan antara kedua negara diwilayah perbatasan.
Bantuan dari Kerajaan Qiu Wang kemungkinan akan datang tiga sampai lima hari lagi diperbatasan.
Yiu dan Pangeran Liu Yu beserta kedua saudara Pangeran Liu Yu yang memegang kendali atas kamp militer sudah bersiap untuk menuju perbatasan beserta 8 ribu pasukan dan membawa beberapa peralatan berat.
Pasukan itu segera berangkat menuju perbatasan negara menempuh perjalanan melalui jalur gunung dengan tebing menjulang tinggi dikanan kirinya.
Selama perjalanan yang memakan waktu sehari semalam jika tanpa istarahat diisi dengan ocehan Pangeran Liu Yu yang menceramahi Yiu agar berhati hati dalam medan perang, seperti 'jangan maju sebelum pasukan sayap kanan bertindak' atau 'jangan melawan pria yang kuat', 'jangan berdekatan dengan pria manapun', 'jangan memaksakan diri' dan masih banyak lagi.
Mendengar ocehan Pangeran Liu Yu yang menceramahinya seperti anak kecil yang ceroboh membuat Yiu habis kesabaran.
Dia mendekatkan kudanya kearah kuda Pangeran Liu Yu lalu tangannya bergerak melepaskan kain yang mengikat lengannya kemudian segera membekap mulut Pangeran dan mengikatnya dengan simpul mati.
"Begini lebih nyaman. Jangan dilepas jika kau masih sayang nyawamu!"
Pangeran Liu Yu berteriak namun suaranya teredam kain yang melilit dimulutnya membuatnya hanya mengeluarkan bunyi tertahan sembari melotot tajam kearah Yiu.
Yang mendapat tatapan tajam hanya bersikap acuh tak acuh seolah tak terjadi apapun, Pangeran Liu Yu akhirnya mengalah dan memilih diam selama perjalanan.
Disamping keduanya adalah kuda yang ditunggangi oleh kedua kakak Liu Yu, Pangeran Liu Yao dan Liu Song. Keduanya tertawa mengejek kearah Pangeran Liu Yu.
Hubungan antara Pangeran Liu Yu dan keduanya memanglah kurang bersahabat, rumornya kedua kakaknya itu bersaing untuk menggulingkan Liu Yu dari gelar Putra Mahkota.
Keduanya yang sejak tadi diam mengamati interaksi Yiu dan Pangeran Liu Yu akhirnya bersuara.
"ErGe, apakah wanita dikediamanmu pernah bertindak keterlaluan terhadapmu?" Pangeran Song yang pertama membuka suara.
"Pernah, tapi yang paling parah hanya karena dia tidak becus dalam menyajikan teh dan membuatku marah lalu mengusirnya keluar"
"Apakah wanitamu tidak pernah marah atau memukulimu ge?"
"Huh sebagai pria sejati seharusnya dapat mendisiplinkan wanita, dimana harga diri seorang pria jika istrinya saja berani membentak bahkan memukulinya namun dia tidak melawan sama sekali huh bagaimana bisa pria itu layak menjadi seorang pemimpin dia lebih pantas menjadi seorang pesuruh atau kusir haha"
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasiaYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
