Cepat bunuh dia!"
Pria gemuk itu berteriak marah sembari menunjuk Yiu yang masih siaga diposisinya. Para pemuda itu mengeluarkan golok dari sarungnya dan berlari memutari Yiu.
"Baiklah tak ada jalan lain"
Dorr...
Dorr...
Dorr...
Yiu mengeluarkan pistol yang ia selipkan didalam pakaiannya.
Seketika separuh pemuda yang hendak menyerang Yiu ambruk ketanah sebelum berhasil mendekat.
Pemuda yang tersisa menatap takut kearah Yiu dan ragu ragu untuk mendekat barang selangkah.
"Tunggu apa lagi cepat habisi dia atau kalian yang akan ku habisi!"
Pria gemuk itu berseru marah dan menunjuk tajam tangannya kearah Yiu.
Para pemuda itu bergerak bersamaan menyerang Yiu.
Suara tembakan beruntun terdengar dan mengenai para pemuda itu. Namun masih tersisa tiga pemuda lagi.
Akibat terlalu fokus pada dua target didepannya Yiu tak sadar seseorang dibelakangnya berjalan mendekat dengan memegang kayu besar.
Bugh...
Dorr...
Dorr...
Dorr...
Dorr...
Yiu terjatuh ketanah saat kayu itu mengenai lehernya namun sebelum kesadarannya hilang ia berhasil membunuh semua pemuda dan pimpinan mereka sebelum menutup matanya.
♣♦♣
Secerca cahaya yang menyilaukan memaksa masuk kedalam retina yang membuat pemilik manik berwarna coklat gelap itu terganggu dalam tidur nyamannya.
Yiu membuka matanya perlahan, pemadangan asing yang pertama yang ia lihat adalah langit langit dan dinding kamar bercorak simbol kerajaan Qiu Wang namun terasa sangat asing baginya.
Yiu bangkit untuk duduk dan memegangi kepalanya yang terasa seperti akan pecah.
"Dimana aku?"
Yiu meringis sembari menjambak rambutnya menahan sakit dikepala bagian belakang dan lehernya.
Seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan masuk kedalam kamar yang Yiu tempati sembari membawa mangkuk berisi sup dan mangkuk porselen berisi air yang berwarna hijau kehitaman.
"Putri? Anda sudah sadar?! Bai Qing! Bai Qing!"
Wanita paruh baya itu berlari kearah meja disamping ranjang Yiu untuk meletakan makanan yang ia bawa sembari berteriak memanggil nama seorang wanita.
Seorang pelayan datang menghampiri pelayan itu dengan langkah tergesa gesa.
"Cepat beritahu Pangeran jika Putri sudah sadar cepat!"
Pelayan bernama Bai Qing itu mengangguk senang dan segera berlari meninggalkan mereka.
Pelayan paruh baya itu menghampiri Yiu dengan senyum cerah terkembang jelas dan sedikit kekhawatiran.
"Putri anda jangan bangun terlebih dulu, anda harus istirahat mari saya bantu"
Pelayan itu mencoba mengarahkan Yiu keposisi tidur namun Yiu menolak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasiYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
