Chapter 76 : Pesta Kembang Api

3.3K 386 286
                                        

Jangan lupa vote komennya yuk, selama masih gratis dan belum dilarang♥

Tak terasa fajar mulai menyingsing, seluruh prajurit telah bersiap dengan segala logistik mereka.

Pasukan Yiu memperkokoh benteng kota tersebut dan mulai mengungsikan warga sekitar. Sedangkan pasukan Wu Xiao telah bersiap di atas kuda mereka, berpacu kecepatan untuk segera tiba di ibu kota.

Yiu mengantar kepergian pasukan Wu Xiao dari atas benteng lengkap dengan pakaian perangnya.

"Putri, pasukan bantuan hampir mendekat. Perkiraan kedatangan adalah saat mentari terbenam."

"Semuanya, percepat kerja kalian dan segera bersiap. Malam ini akan jadi malam penentuan yang panjang untuk kita!"

"Laksanakan, Putri!

Yiu menoleh kembali dengan perasaan campur aduk ke arah pasukan Wu Xiao yang sekrang hanya terlihat seperti titik kecil di kejauhan.

"Wu Xiao, aku percaya padamu."

♣♦♣

Yiu berjalan turun dari atas benteng dan memantau prospek kerja para prajuritnya.

Dua bersaudara Xu--Xu Gui dan Xu Lan--yang sebelumnya ditugaskan di sisi Wakil Jenderal Besar Rong, kini kembali ditugaskan menjadi tangan kanan sang jenderal wanita.

Xu Gui yang sedari tadi mengekor di belakang Yiu yang tengah memeriksa bahan pangan prajurit mulai menyeletuk, "Putri, saya tiba-tiba teringat salah satu kisah peperangan antara Kekaisaran Qiu Wang dengan Kekaisaran Dan Tian. Apakah Putri akan mengunakan amunisi dapur kembali untuk melawan pasukan Ling Jian?"

Yiu tetap pada posisinya, ekor matanya menatap Xu Gui sedikit aneh.

"Tidak, kita sangat jauh dari rumah, tidak ada gudang cadangan resmi kerajaan, pasokan makanan terbatas, dan prajurit kita harus mendapatkan makanan yang layak selama perang. Jika memang tidak dibutuhkan, lebih baik dibagikan untuk rakyat, bagaimanapun mereka yang lebih menderita dalam peperangan ini."

Xu Gui seketika terdiam, tetapi dalam lubuk hatinya ia sangat mengagumi gadis di depannya ini, bukan hanya tentang kekuasaan atau kekuatan.

Namun, hati dan pikirannya membuat Xu Gui yakin ia dapat dengan mudah menaklukkan dunia di tangannya meski tanpa kekuasaan maupun kekuatan.

Yiu memutar tubuhnya dan kembali menyapu pandang pada setiap sudut ruangan sembari berkata,"Lagi pula, cara itu sudah sangat kuno dan tidak keren. Sudah saatnya kita kembali menyambut musuh dengan beberapa kejutan kecil."

Seolah mengerti jalan pikiran sang jenderal, Xu Gui hanya dapat kembali terdiam menahan senyum dan dengan patuh terus mengekor di belakang sang jenderal.

Yiu yang hendak keluar dari dapur tiba-tiba menangkap sebuah kendi besar dengan cairan hitam kental memenuhi isi kendi di pojok ruangan.

"Xu Gui, apa isi kendi itu?"

Xu Gui mengarahkan pandangannya pada objek yang menjadi perhatian Yiu sebelum menjawab, "Itu kendi untuk menampung minyak bekas pakai, Putri. Nantinya juga akan digunakan kembali sebagai bahan penerangan."

"Berapa kendi yang kita punya?"

"Sekitar tiga puluh kendi, Putri."

Wajah Yiu tampak bersemangat, ia kembali berkata, "Ambil lima kendi dan taruh minyak itu dalam kendi-kendi kecil, buat sebanyak mungkin. Malam ini, kita akan berperang dalam kilau kemerahan!"

Xu Gui yang kebingungan hanya dapat menyetujui perkataan sang jenderal sebelum melenggang pergi.

Xu Gui terlalu terpesona pada tindakan tuannya sehingga lupa bahwa sifat 'istimewanya' dapat muncul kapan saja.

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang