Tiba-tiba, suara petugas yang dengan lancang masuk ke dalam tenda membuat aktivitas intim keduanya terganggu.
"Lancang!" teriak Wu Xiao.
"Maaf Pangeran ... da-dan Putri, ada berita penting dari Markas Timur."
"Katakan," seru Yiu.
"Lapor, Gudang Senjata dan gudang makanan di Markas Timur terbakar hebat dan pelaku pembakaran belum ditemukan, diperkirakan makanan para prajurit hanya cukup untuk lima hari."
"APA?!"
♣♦♣
Rapat bersama para jenderal dan petinggi pasukan diadakan siang itu juga.
Pukulan demi pukulan terus diterima oleh pasukan aliansi dari pihak Yiu. Kebakaran yang terjadi di kamp militer timur membuat sisi mereka semakin merugi, ditambah di dalam gudang senjata itu terdapat bertumpuk-tumpuk bahan peledak yang membuat api semakin besar.
Keputusan besar harus diambil hari itu juga.
Yiu tengah duduk sembari menutup mata dan memijat pelipisnya, kepalanya terasa ditusuk dan telinganya berdenging kuat.
Hwang dan Jenderal Yao selaku pemimpin pasukan *infanteri tengah menyusun strategi untuk mendekati benteng Bai Qing dan mencuri senjata karena mereka sudah tidak memiliki waktu lagi untuk membuat anak panah dan peralatan perang lainnya yang terbakar di gudang militer timur.
A/N: Infanteri itu pasukan pejalan kaki dengan persenjataan ringan.
Awalnya kedua orang itu berdiskusi sembari menggerakkan pion-pion dari replika daratan China. Namun, diskusi itu semakin lama semakin memanas akibat perbedaan jalan pikiran dan terdesaknya waktu membuat suasana di dalam tenda semakin menegang.
Semua orang tengah frustasi, mereka semakin kehilangan kewarasannya. Kepala Yiu saat ini seperti telah bersiap untuk meledakkan isinya.
"DIAM!"
Suasana berubah hening seketika. Seluruh pasang mata terpaku pada Yiu yang menguarkan aura mengerikan.
"Tidak ada gunanya kalian berdebat, nyawa para prajurit tengah dipertaruhkan sekarang! *Xiong Zhang, segera kirim pesan pada Kaisar Qiu Wang untuk mengirimkan setengah dari persediaan di lumbung kerajaan menuju markas timur."
*(兄長 ) xiōng zhǎng, istilah penghormatan untuk kakak laki-laki. Digunakan saat situasi formal. Kadang juga bisa untuk menyebut hormat pria yang seumuran.
Perkataan tegas yang penuh nada intimidasi itu berhasil menghipnotis seluruh bulu kuduk mereka untuk berdiri dan menimbulkan perasaan cemas, tak terkecuali bagi Hwang.
Yiu mengalihkan atensinya pada Jenderal Yan pemimpin pasukan *kavaleri yang sedari awal hanya menggerakkan manik matanya.
*Kavaleri: pasukan berkuda. Mulai sekarang aku akan pakai istilah ini ya karena di part sebelum2nya cuma buat kalian bisa bayangin aja hehe.
"Jenderal Guang, segera kirim wakil ke timur dan beri tahu para prajurit untuk tetap tenang dan waspada. Katakan juga bantuan akan segera datang," Yiu menegakkan kepalanya tegas, pandangannya tajam ke depan, ia melanjutkan perkataannya dengan irama yang lambat penuh penekanan, "dan yang paling penting adalah perintahkan mereka untuk bersiap, karena kita akan menjalankan rencana inti."
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasyYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
