Chapter 7 : Harus Bohong Apa Lagi?

64.2K 6.3K 56
                                        

"Kenapa berhenti, apa kau ingin menyiksaku agar aku mengatakan semuanya padamu? Jangan harap!! aku sudah disumpah lebih baik mati daripada berkhianat pada tuanku jadi kenapa kau bersusah payah ingin mengetahui dalang dibalik semua ini." tak lama pria tersebut jatuh tak berdaya dengan mulut penuh busa.

Sial.. Pasti dia sudah meminum racun sebelumnya, pantas dia tidak takut saat diancam akan dibunuh. Yiu berdecak sebal dan membuang pedangnya asal.

"Siapa mereka dan apa hubungan mereka denganku?" Yiu masih memasang raut wajah dingin namun maniknya menggambarkan kegelisahan.

♣♦♣

Yiu dan Yuwen sekarang berada disebuah perkampungan dekat istana dipinggir kota.

Mereka berdua mencari tempat untuk beristirahat sembari mengobati luka Yuwen akibat terkena beberapa goresan pedang.

Sebelum mereka melanjutkan perjalanan mencari perkampungan terdekat Yiu menyobek sedikit pakaian untuk membalut luka Yuwen ditangan kanan dan kirinya, untuk luka diperut ia menutupnya dengan ikat rambutnya yang panjang agar darahnya berhenti mengalir.

Apakah Yiu terluka? Tentu saja tidak sedikitpun, kalian lupa bagaimana dia bisa mengalahkan Jendral Rong di istana?.

Mereka akhirnya singgah dirumah warga yang ternyata seorang tabib, selain untuk mengobati luka Yuwen mereka juga berencana menginap semalam disana.

"Tuan Yuwen sudah tidak apa apa tuan Li, dia sekarang tengah beristirahat dan sebaiknya anda juga beristirahat tuan" tabib itu bersikap ramah dan berbaik hati membiarkan mereka berdua menginap dirumahnya.

Oh jadi namanya Yuwen. Hmm nama yang cukup bagus. Ucap Yiu dalam hati.

"Terima kasih tabib anda sangat baik. Saya akan membayar ini semua" Yiu tersenyum sembari sedikit membungkuk hormat sebagai ucapan trimakasihnya.

"Tidak perlu tuan, saya dengan senang hati membantu tuan. Lagi pula memang disini banyak perampok tuan sehingga anda harus berhati hati." tabib itu tersenyum tulus.

Aku yakin mereka bukan perampok mereka pasti suruhan seseorang, buktinya kenapa mereka tidak menyuruhku menyerahkan uangnya tapi langsung ingin menghabisiku. Ucap Yiu dalam hati.

"Mungkin anda memang benar tabib, sekali lagi terima kasih"

Sang tabib mengangguk singkat dan berlalu pergi meninggalkan Yiu dan Yuwen didalam kamar untuk beristirahat.

Tunggu.. Apa tabib mengira aku ini laki laki sehingga dia hanya memberikan satu kamar untuk aku tempati dengan pria gila ini?!!.

"Sepertinya mereka tadi bukan mengincarmu tapi mengincarku" Yuwen berbicara datar tanpa menatap Yiu yang berdiri bersandar dipintu kamar.

Yiu tersadar dari lamunannya dan menampakan wajah datar.

"Kau terlalu percaya diri pria gila, jelas jelas mereka lebih banyak menyerang kearahku"

"Mungkin kau benar. Aku tak ingin ikut campur lebih dalam lagi jadi sekarang tidurlah Zou Li aku akan mengantarmu keistana besok"

Yuwen menggeser memberi sedikit ruang untuk Yiu tidur di tempat tidur itu.

Yiu terkejut didalam hati 'dirinya masih punya harga diri Yuwen kira dia gadis macam apa hah.. Oh aku lupa dia menganggapku laki laki dasar pelupa'

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang