Chapter 69 : Aku Akan Sangat Merindukanmu

4.4K 653 88
                                        

Ming Zijing sejak awal entah mengapa merasakan perasaan aneh seperti sesuatu berjalan tidak benar. Meski begitu ia tetap memacu kudanya menyisir sungai itu sembari berhati-hati agar tidak berpapasan dengan Armada Laut Bai Qing yang menguasai jalur perairan Sungai Yangtze.

Tidak perlu di ragukan kembali, Bai Qing menjadi kuat salah satunya karena sokongan dari armada laut mereka yang luar biasa kuat.

A-Ying, cepat temukan dia dan kembali. Jangan sampai bertemu dengan armada laut mereka.

♣♦♣

Semburat oranye mulai menghiasi perjalanan rombongan pasukan Yiu yang terus bergerak mengikuti jejak darah di tanah dan bebatuan kali.

Rombongan berkuda itu memutuskan untuk berhenti di tepi sungai untuk minum sekaligus merehatkan kuda mereka sebentar setelah berlari sepanjang malam.

"Liying, kita sudah hampir dekat ke wilayah armada laut Bai Qing, jadi tolong jangan gegabah. Armada ini bukan lawan kita."

Yiu yang bersandar di bebatuan besar sembari meminum air dari botolnya itu terlihat tidak menggubris ucapan Wu Xiao.

Wu Xiao menghela napas sebelum berjalan dan merebahkan dirinya tepat di samping Yiu. Ia mengeluarkan bungkusan dari lipatan pakaiannya.

Ia membelah bakpao yang dibawanya menjadi dua lalu menyerahkan salah satunya pada Yiu. Hal itu tentu saja mendapatkan tatapan tidak mengenakan dari Yiu.

"Untuk mengisi tenaga. Kamu belum makan sejak sampai di markas. Kamu akan sulit fokus jika lapar."

"Aku tidak lapar."

Wu Xiao nampak frustasi. Ia mencubit sedikit bakpaonya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya dengan cepat mencengkram rahang sehingga terbukalah mulut gadis keras kapala disampingnya itu.

Gerakan itu cepat dan sebelum pihak lain merespon, mulutnya kembali dibungkam dengan bakpao berisi daging oleh Wu Xiao yang kemudian harus menerima tendangan kuat di perut sampingnya hingga tersungkur di alas bebatuan sungai.

Meski begitu, Wu Xiao tidak goyah pada tindakannya. Ia kembali memasukkan sisa dari setengah bakpao itu ke mulut Yiu diiringi tatapan intimidasi yang jarang sekali bahkan hampir tidak pernah dilihat oleh Yiu sendiri.

Manik hijau zamrud itu terasa begitu menusuk matanya. Kedua tangannya masih mencengkram erat rahangnya dan berusaha berusaha mendorong masuk bakpao itu masuk ke mulut Yiu.

"Makan. Aku tidak suka penolakan." Yiu mematung dan tangannya sedikit gemetar. Ini bukan Wu Xiao yang seperti biasanya, apa dia marah karena tendangannya? Biasanya dia hanya akan merengek kesakitan seperti bayi. Namun, kali ini ....

Yiu yang tiba-tiba tidak dapat berpikir dengan cepat menuruti perkataan Wu Xiao. Dilahapnya seluruh bakpao tanpa bersisa dengan manik yang masih terkunci dengan pesona hijau zamrud milik Wu Xiao.

Tepat setelah Yiu selesai menelan makanannya, manik mata Wu Xiao baru merileks dan ia kembali pada posisi duduknya semula.

Suasana menjadi tegang cenderung canggung. Yiu sendiri masih tidak percaya pada aura intimidasi Wu Xiao yang sangat berhasil menaklukkannya. Suasana menjadi hening beberapa saat sebelum sebuah tangan kembali terulur pada Yiu dengan cuilan bakpao milik Wu Xiao.

Yiu menoleh dan melihat Wu Xiao yang melihat lurus ke depan dengan santai. Yiu berusaha menolak dengan halus, "Itu bagianmu."

Namun, Wu Xiao seolah menyalin tindakannya tadi yang pura-pura tuli. Menyadari itu, Yiu berinisiatif meraih bagian bakpao yang lebih besar dan hendak memakannya sendiri. Jujur saja, ia sangat lapar sekarang tapi harga dirinya harus tetap tinggi.

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang