Chapter 58 : Selangkah Menuju Gerbang

9.6K 1.4K 392
                                        

Hwang mengangguk kecil. "Kotak itu diberikan oleh salah satu pelayan pribadimu yang berhasil kabur saat itu. Dia bilang ia tidak tahu apa gunanya barang ini tetapi yang jelas barang ini sangat penting bagimu."

Kotak itu di turunkan ke tanah lalu salah satu prajurit membuka penutup kotak. Manik Yiu berbinar, warna wajahnya manisnya bersinar terang di rimbunnya hutan bambu.

Hwang yang melihatnya merasa sedikit aneh dan bertanya, "A-Ying ... kau tak apa? Apa bumbu-bumbu ini enak dimakan?"

Yiu tersenyum lebar sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ini bukan bumbu, Ge .... Kenapa aku bisa melupakan hal sepenting ini! Hah ... Ge ... kita akan segera mengambil alih Qiu Wang."

♣♦♣

Pasukan itu bergerak menuju desa terdekat. Musuh sudah berhasil dikalahkan ... atau lebih tepatnya mereka mundur tiba-tiba. Tidak ada yang tahu mengapa.

Semuanya kebinggungan saat itu. Namun, seorang prajurit menemukan sebuah kotak hitam yang tiba-tiba tergeletak tak berdaya di ujung jalan dengan sebuah surat di atasnya.

Merasa aneh, Pangeran Xiao Gie yang kebal racun memeriksa kotak tersebut dan tidak mendapati kesalahan.

Di surat itu tertulis untuk menyampaikan kotak ini demi reformasi. Perubahan hitam menjadi putih terjalin antara keseimbangan yin dan yang. Hingga surat beserta kotak itu jatuh ke tangan Yiu.

Di desa, semuanya beristirahat beberapa hari dan mempersiapkan keperluan untuk memulai perang dari hutan.

Di sana mereka juga menambah sedikit pasukan yang tiba dengan penyamaran.

Suatu malam sebelum keberangkatan.

"Liying, waktunya makan. Jangan memaksakan dirimu." Wu Xiao berdiri mengetuk pintu kamar Yiu sembari membawa nampan.

"Masuklah dan tinggalkan di atas meja!" ucapnya dengan berteriak. Manik malamnya tak lepas dari mahakarya besarnya yang berada di genggamannya.

Wu Xiao masuk dan melihat banyak besi ringan yang berserakan dimana-mana serta bau khas bahan kimia yang sangat asing baginya menusuk masuk ke dalam hidung tingginya.

Wu Xiao ingin menyembur marah saat kakinya tidak sengaja menendang sesuatu. Namun, Yiu berekasi lebih dulu.

"Jangan bergerak! Jangan sentuh apa pun! Tinggalkan makanannya di lantai, aku akan memakannya nanti."

Wu Xiao berdecak kesal, ia langsung menghampiri Yiu dan menaruh nampan dengan sedikit keras hingga isi mangkuk di atasnya sedikit tumpah.

"Aku tahu kamu sangat bersemangat tapi kamu juga harus makan! Kalau kamu sakit nanti siapa yang bisa aku goda?!"

Yiu menghentikan aktifitasnya sesaat dan menoleh tajam ke arah Wu Xiao. Ia menghela napas beberapa saat dan menjawab, "Baiklah, aku akan makan nanti .... Eh tunggu, kau kemari dan lihat ini!"

Yiu segera berdiri dan mengaret tangan Wu Xiao setengah berlari menuju halaman belakang rumah tempat mereka bersembunyi.

Tangan kanannya memegang sebuah busur ciptaannya dan dengan semangat berseru pada Wu Xiao untuk melihatnya baik-baik.

Busur itu berbentuk horizontal dengan beberapa mekanisme manual yang dirakit dengan menggunakan bahan dasar tali busur panah yang dibuat sedikit lebih tebal.

Flower Of War (Slow Update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang