Wu Xiao melempar pedang di tangannya yang sudah bermandikan darah lalu menoleh ke Xu Gui dan berkata, "Kita ambil jalan memutar."
Xu Gui mengangguk, ia masuk lagi ke dalam kereta dan keluar dengan membawa pelana kuda yang di pernis indah.
Xu Gui juga melepas ikatan kereta pada kuda bersurai hitam itu lalu memasang pelana itu ke atas punggung kuda yang sebelumnya menarik kereta.
Wu Xiao menaiki kuda yang Xu Gui siapkan setelah itu Xu Gui berlari menghampiri kuda milik salah satu petugas yang berada tak jauh dari sana dan segera menaikinya.
"Ayo berangkat." Keduanya memacu cepat kudanya menuju kota terdekat di timur Qiu Wang.
LiYing ... kau harus melindungi diri sendiri saat aku tidak ada.
♣♦♣
Di kedalaman hutan yang dingin nan sepi, dua orang berjalan menyusuri jalur hutan dengan jubah sederhana mereka yang terkesan lusuh menutupi hampir seluruh wajah dan tubuh mereka sembari membawa tas yang berupa kain lilit sederhana di pundak.
Salah satu yang paling tinggi dari keduanya terlihat menoleh ke belakang beberapa kali, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru hutan seolah mencari sesuatu sedangkan yang satunya terus berjalan menunduk dengan langkah mantab.
Berjalan menyusuri hutan salju yang dingin tidak membuat langkah keduanya goyah, tak lama setelah itu nampak sebuah kereta datang dari kejauhan menuju ke arah keduanya.
Kereta sederhana itu berhenti tepat di depan mereka. Kusir kereta segera mengambil tangga dan meletakkannya di dekat kereta sebelum bergegas menghampiri wanita itu.
"Yang Mulia, silahkan."
Wanita itu adalah Yiu yang berhasil keluar dari Ibu kota berkat ide Xu Gui dan juga pengalihan dari Wu Xiao membuat Yiu dengan mudah keluar dari Ibu kota menuju ke Utara tanpa menimbulkan kecurigaan dari Liu Yu ....
Setidaknya sampai sejauh ini ....
.
.
.
Yiu berjalan menuju kereta kuda itu dan memasukinya bersama Xu Lan.
Hangat, adalah perasaan yang ia rasakan setelah memasuki kereta yang tidak begitu luas itu.
Hari ini entah mengapa terasa begitu dingin walau sudah berjalan penuh tenaga menyusuri hutan putih ini dan membuat seluruh wajahnya memerah akibat kedinginan.
Kereta itu bergoyang ringan, Yiu bersandar pada dinding kereta untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia menutup manik lentiknya dan berkata pada Xu Lan, "Aku ingin istirahat sebentar tolong bangunkan aku jika kamu lelah. Kita akan berjaga bergiliran."
Xu Lan menatap wajah lelah Yiu untuk beberapa saat, setelah itu ia melepas jubah tebalnya. "Putri, pakai ini agar anda tidak terserang hipotermia. Cuaca begitu dingin sangat berbahaya jika Anda tertidur di suhu yang begitu dingin seperti ini."
Yiu mengangkat kecil kelopak matanya ke arah tangan Xu Lan yang terulur sebelum kembali menutup matanya tanpa minat. "Aku tidak kedinginan, kamu pakai saja."
Xu Lan terlihat tidak ingin menyerah tapi melihat sikap Yiu yang begini ia tidak mempunyai pilihan lain, ia menarik tangannya dan kembali duduk gusar.
Tak berselang lama kemudian, Xu Lan yang tengah memainkan kakinya bosan tak sengaja menendang sesuatu yang keras nan kosong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasyYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
