Pangeran Hwang dan seluruh prajurit yang melihat pertandingan itu sangat terpukau dengan kemampuan prajurit bernama Tzundara itu, Pangeran Hwang berniat mengangkatnya menjadi ketua pasukan memanah. Namun..
"Putri Ying apa yang kau lakukan disini!!"
Permaisuri berteriak dan berjalan cepat ke arah Pangeran Hwang dan Yiu.
Tamatlah riwayatku..
♣♦♣
Suara Permaisuri yang terkesan menakutkan berhasil membuat nyali gadis yang disebut Permaisuri tadi menciut dan tubuhnya berubah gemetar.
"Ibunda? Apa yang ibunda lakukan disini? Dan apa maksud ibu memanggil Putri Ying disini? Aku tidak melihat Putri Ying disekitar sini dari tadi."
Permaisuri tak menggubris pertanyaan Pangeran Hwang dan langsung menarik telinga prajurit yang berada didepan Pangeran Hwang.
"Kenapa kau tak mengenali adikmu sendiri Hwang? Dia adalah Putri Ying. Lihatlah tanda lahir dibelakang telinganya."
"Aduh sakit bunda.. Akhh.." Yiu meringis kesakitan.
Yiu terkejut sembari menahan sakit, kini di dalam hati ia bertanya tanya bagaimana bisa wanita ini bisa mengenali penyamarannya?
Permaisuri langsung menyibak rambut Yiu yang menutupi bagian belakang telinganya dengan tangan kanan memperlihatkan tanda lahir berbentuk bulan sabit dibawah telinga kanan Putri Ying.
Apa?!! Bagaimana bisa dia menipuku? Aku bahkan nyaris tak mengenalinya sama sekali lalu Sejak kapan Ying bisa memanah bahkan caranya memanah terlihat asing dari mana dia belajar itu semua?
"Jadi dia Putri Ying ibunda? Kenapa dia menyamar sebagai prajurit lalu memperkenalkan diri sebagai prajurit baru bernama Tzundara?."
Pangeran Hwang masih belum percaya prajurit yang sangat pandai memanah ini adalah Putri Ying begitu juga Jendral Guang dan semua prajurit yang berada dilapangan tersebut, namun Pangeran Hwang yakin tanda lahir yang berada dibelakang leher Putri Ying adalah tanda lahir yang hanya dimiliki dirinya.
"Kau ini bagaimana bisa tak mengenali adikmu sendiri apakah ada orang yang memiliki tanda lahir yang sama persis seperti milik Ying didunia ini? Dan kau malah mengajaknya bertanding memanah kalau Ying terluka bagaimana!"
"Ma.. Maafkan Hwang Ibunda, Hwang sama sekali tidak tau bahwa Tzundara adalah Putri Ying ibunda" ucap Pangeran Hwang sambil menundukkan kepala.
Permaisuri menghela nafas.
"Ya sudah, Kembalilah berlatih dengan prajuritmu, biar anak nakal ini menjadi urusanku"
Permaisuri berjalan meninggalkan tempat berlatih prajurit dengan tangan kanan yang bertengger manis ditelinga Yiu.
Pangeran Hwang yang melihat Permaisuri pergi dengan Putri Ying hanya bisa terpaku melihat kejadian yang tak dipercayainya hingga tubuh mereka berdua hilang dibalik dinding istana.
Yiu hanya bisa pasrah dan mengikuti tarikan permaisuri ditelinganya sembari sesekali meringis menahan sakit di telinga kanannya.
Beberapa prajurit dan pelayan yang tak sengaja berpapasan dengan mereka berdua memberi salam namun dengan raut muka binggung kenapa telinga seorang prajurit bisa ditarik oleh Permaisuri bukankah hal itu dilarang?.
Kenapa aku tak dapat melawan? Bukankah dia hanya menarik telingaku kenapa aku malah menurut dengannya? Ada apa dengan dirimu Yiu kenapa kau menjadi selemah ini. Yiu bergumam dalam hati merutuki kelemahannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Of War (Slow Update)
FantasíaYiu Jiefang, gadis berusia 27 tahun, menjabat sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China yang terkenal akan kejeniusannya dalam bidang militer terutama dalam hal mengatur strategi. Keahlian dalam menggunakan berbagai macam senjata tidak per...
