Ada yang nungguin ceritanya update? Oke selamat kali ini update happy reading ❤️
•••
Nyatanya melepaskan tak semudah seperti yang orang lain katakan.
FERISHA memandang malas papan tulis di depannya, pelajaran hari ini adalah sejarah, sejarah adalah pelajaran yang mampu membuat dirinya mengantuk, dia mengetuk pulpen di tangannya ke arah meja membuat atensi Bella yang berada di sampingnya terarah padanya.
"Kenapa lo?" tanya Bella dengan suara pelan.
Ferisha melirik malas, "Bosen gue." jawabnya.
"Hidup lo kebanyakan bosen, tiap hari belajar gak pernah gak bosen, belajar Matematika baru semangat lo," kata Bella kepada Ferisha.
"Yah gimana yah tet, gue orangnya sangat perfeksionis, gue suka pelajaran yang jawabannya hanya satu, kalo matematika satu soal pasti jawabannya juga satu." jawab Ferisha sambil menghadap Bella di sampingnya. "Sedangkan kalo pelajaran Sejarah, satu soal jawabannya bisa terarah ke segala jawaban." katanya sambil menjentikkan jempol ke arah Bella.
"Halah kebanyakan alasan lo, Fisika gimana? Satu soal juga satu jawaban." kata Bella tersenyum sinis.
Ferisha terdiam, benar juga kata Bella, Ferisha tersenyum kikuk, ingin membalas omongan Bella namun bibirnya terasa keluh, alasan apa lagi yang harus ia ucapkan.
"Enak aja, gak gitu." kata Ferisha mengelak.
Bella mendengus malas melihat Ferisha. "Jadi gimana lagi alasan mu wahai ibu Wijaya yang terhormat." kata Bella sambil mengucapkan nama keluarga Sang Suami.
"Males ah, Bella ngomong selalu bikin kalah debat, Shasha ngambek." Ferisha membalikkan badannya dan menelungkup kan kepalanya di lipatan kepalanya.
Bella terkekeh melihat tingkah sahabatnya yang satu ini, Bella kembali melihat penjelasan gurunya kembali, namun tak lama sebuah colekan di tangannya membuat Bella melirik ke arah pelaku.
"Kenapa lagi Sha?" tanyanya agak kesal.
"Gue bosen Bella," jawab Ferisha dengan nada yang sama dengan Bella.
"Yah kalo lo bosen gue harus apa? Nungging di depan kelas?" tanyanya kesal.
Ferisha melebarkan matanya. "Boleh juga tuh Bel." katanya setuju dengan ucapan Bella.
"Au ah Sha, gak mungkin gue nungging di depan sana," ucap Bella frustasi.
"Ish kan lo bilang mau nungging, gue tungguin nih, sambil buka kamera, biar gue videoin, gue masukin tiktok, mana tau FYP," kata Ferisha sambil mengambil handphone miliknya di saku roknya.
Bella terdiam menahan kekesalannya, diambil pulpen miliknya dan memukul tepat di dahi Ferisha, Ferisha meringis kesakitan dan menatap Bella.
"Apaan sih Bella kok gue di pukul," ucap Ferisha kesakitan sambil mengelus dahinya.
"Biar otak lo encer," kata Bella singkat sambil membalikkan badannya kembali ke depan.
Namun tak sampai tiga menit, sebuah colekan kembali terarah ke tangannya, ia memutar bola matanya malas, pasti tak penting lagi.
"Bella gue bosen." kata Ferisha terdengar sangat frustasi.
Bella mendengarnya namun tak menatap Ferisha. "Lo yang bosen gue yang repot." kata Bella kesal.
"Tapi Bel-,"
"Sha cukup, gue capek, mending gangguin suami lo sana, jangan ganggu gue." kata Bella membuat Ferisha melototkan matanya terkejut, kenapa tidak dari tadi dia memikirkan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Cold Boy
Teen FictionDevian Mahendra Wijaya-Cowok jangkung yang memiliki paras sempurna, pandai dalam segala bidang mulai dari akademi sampai bela diri, merupakan ketua OSIS disekolahnya, memiliki sifat dingin dan menjadi most wanted di SMA JAYA NEGERI. Kehidupannya sel...
