Belum sampai memiliki, sudah di paksa merelakan.
MENDENGAR semua omongan yang keluar dari mulut Gilang mampu membuat kesabaran yang Devian miliki habis, ia menatap ke arah Gilang dengan pandangan membunuh, dan dengan senyum yang tak kalah menyeramkan, melihat Gilang yang tak melihat ke arahnya langsung saja tangannya ia layangkan ke arah pipi kanan Gilang membuat Gilang tersungkur ke lantai.
Gilang yang tak sadar akan tindakan Devian membuat pistol yang berada di genggamannya terjatuh tak jauh dari tempatnya terjatuh, Devian menatap remeh ke arah Gilang yang berada di bawahnya, lalu kembali berlari ke arah Gilang dan membabi buta wajah Gilang membuat keluar dari sudut bibir Gilang.
Setelah puas memberi pukulan ke wajah Gilang, Devian berdiri dan berjalan menjauhi Gilang, ia mengambil pistol yang sejak tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya kemudian mengarahkannya ke arah Gilang.
"Keadaan berbalik, bitch!" kata Devian sambil tersenyum remeh.
"Silahkan nikmatin masa-masa terakhir lo sebelum waktu kebebasan lo di luar jeruji berakhir," ucap Devian memberi peringatan.
"Anak buah lo akan sama seperti keadaan lo sekarang," matanya menyusuri keadaan Gilang. "Gue tau lo kerjasama sama Shakira kan, Shakira aja bisa gue masukin ke penjara apalagi cowok brengsek kayak lo,"
"Gue tau alamat semua anak buah lo, bahkan gue juga tau markas lo dimana,"
"Gue juga tau apa hubungan lo sama Shakira,"
"Cinta lo itu udah bikin lo buta, bahkan dengan nyakitin istri gue, lo bisa bahagia, itu cinta atau dendam?" tanyanya halus namun mampu membuat Gilang tersindir.
Devian berjalan dengan membalikkan badannya, bermaksud melihat keadaan CCTV di ruangan ini, setelah menemukan yang ia cari ia tersenyum bahagia, hal tersebut dapat ia jadikan sebagai barang bukti.
Barang yang pastinya akan memperberat masalah yang Gilang perbuat pada dirinya dan Ferisha, hal ini harus ia balas dengan kasus seberat mungkin, ia tak akan bisa melepaskan Gilang semudah itu.
Namun siapa sangka tangan Gilang berusaha meraih pistol dengan tenaganya yang masih tersisa, Ferisha yang sudah meringis kesakitan dengan tubuh yang melemah akibat darah yang sudah mengucur keluar menatap was-was ke arah Gilang.
Dor!
Suara tembakan membuat udara di sekitar Ferisha menipis, di lihatnya Devian yang sudah tergeletak mengenaskan di lantai, di lihatnya lagi ke arah Gilang yang berusaha untuk berdiri, Gilang berjalan ke arah Ferisha.
"Semoga aja dia mati," kata Gilang sinis.
"Lo jahat Lang!" teriaknya sambil menangis.
Ia menangis ketika melihat Gilang yang berlari keluar dari arah pintu meninggalkan dirinya seorang diri setelah mengucapkan kalimat itu, ia menundukkan kepalanya menangis sejadi-jadinya, perih rasanya, ia tak mampu lagi.
Ia kembali mengangkat kepalanya menatap ke arah sang suami, tak sanggup, terlalu menyakitkan, lebih sakit lagi ia tak mampu untuk menolong, mulutnya keluh untuk meminta bantuan.
Tanpa Ferisha mau air mata kembali bercucuran dari pelupuk matanya, lemah sekali dia.
"Udah jangan nangis, nanti tambah jelek,"
Ia mendonggak ketika mendengar suara bariton di depannya, di lihatnya sang suami yang sudah berdiri dengan keadaan sehat tanpa terluka sedikit pun, dengan perasaan terkejut dan bahagia Ferisha menatap manik mata Devian dengan air mata yang masih terdapat di mata serta pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Cold Boy
Novela JuvenilDevian Mahendra Wijaya-Cowok jangkung yang memiliki paras sempurna, pandai dalam segala bidang mulai dari akademi sampai bela diri, merupakan ketua OSIS disekolahnya, memiliki sifat dingin dan menjadi most wanted di SMA JAYA NEGERI. Kehidupannya sel...
