Bermula dari candaan berakhir dengan perasaan.
SUDUT bibir Gilang tertarik ketika melihat Ferisha yang sudah menatap takut kearah-nya, Gilang menghela napasnya pelan, lalu berjalan kembali kearah Ferisha, ia mengelus pipi Ferisha pelan, dan sedikit merapikan anak rambut Ferisha pelan, Ferisha mengubah arah wajahnya tak ingin menerima perlakuan Gilang.
"Kenapa di palingin mukanya sayang?" tanya Gilang sambil terus tersenyum.
Apa tadi dia bilang? Sayang? Cih! in your dream Boy. Pekik Ferisha dalam hati.
Tanpa Ferisha sadari sejak tadi ia terus menatap ke arah Gilang dengan pandangan sinis, dengan kesal Gilang menarik kasar pipi Ferisha untuk kembali menatapnya, ia tak suka ini, Gilang sudah terlalu kelewat batas memperlakukannya.
"Aww, sakit Lang, lo kasar banget!" lirihnya kesakitan.
"Sakit yah maafin gue," ucap Gilang pelan lalu mengelus pipi Ferisha dengan perhatian.
Plak!
"Aww..."
Ferisha terkejut saat perhatian Gilang yang lembut tadi kini telah berubah kembali perlakuan semula, kasar dan tak berperasaan, dari sini ia tahu bahwa Gilang memiliki sifat yang aneh, kadang baik dan kadang bisa buruk juga.
"Lo jangan terlalu berharap gue perlakuin lembut sekarang, mungkin dulu gue emang berharap buat ngasih lo segala kelembutan, tapi untuk sekarang jangan harap begitu,"
"Lo kenapa berubah si Lang? lo itu orang baik," kata Ferisha menatap Gilang tak mengerti.
Gilang melihat kearahnya lalu terkekeh. "Orang baik? lo salah menilai gue Sha, jangan anggep gue baik, gue jahat, liat sekarang yang gue lakuin, atau lo masih butuh pembuktian?"
Gilang kembali berjalan kearah meja cokelat dihadapannya, kemudian membuka laci meja tersebut, betapa terkejutnya Ferisha saat melihat Gilang yang sudah berjalan kearahnya dengan pisau yang baru saja ia ambil dari laci tadi.
"Lang jangan lakuin hal yang bahaya? Please, gue mohon, cukup hidup gue udah terlalu menyakitkan, jangan tambihin luka lagi," ujarnya memperingati, membuat Gilang terkekeh.
"Emang kenapa? Lo pikir gue akan iba dengan hidup lo itu, bahkan hidup gue lebih menyedihkan, kalo lo tau itu."
"Lo tau gue udah gak punya siapa-siapa lagi, semua orang yang gue sayang ninggalin gue, orang tua gue udah gak ada dari gue kecil, hanya nenek yang gue punya dari dulu, semenjak gue kecil hanya seorang perempuan kecil cantik yang terus nyemangatin, ngasih tau gue kalo hidup gue berharga, gue gak boleh terlalu terperuk, hanya karena itu"
"Tapi dia ninggalin gue tanpa kabar apapun, tanpa pesan apapun, dan tanpa ngucapin kata terakhir apapun, gue sedih, hidup gue hancur, gue bingung harus apa, selang beberapa tahun nenek gue yang ninggalin gue, gue gak punya siapa-siapa sampai sekarang,"
Gilang menarik napasnya saat mengingat masa lalunya. "Dan saat gue menemukan perempuan kecil cantik itu, dia udah berubah, jadi perempuan yang tumbuh menjadi perempuan dewasa yang cantik,"
"Tapi apa?! Dia bahkan gak ngenalin gue sama sekali! Dan malah ngejar cowok yang sama sekali gak pernah suka sama dia, emang cewek bodoh," katanya terkekeh kembali mengingat betapa bodohnya perempuan itu.
"Lo tau dia siapa?" tanya Gilang bertanya ke arah Ferisha, "Ah gue salah bertanya sama lo, begitukan Caca?" lanjutnya bertanya.
Caca?
Nama yang tak asing di pendengarannya, ia seperti sering mendengar nama itu, ia kembali mengingat-ingat, namun Ferisha membuka matanya lebar tak percaya dengan kenyataan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Cold Boy
Genç KurguDevian Mahendra Wijaya-Cowok jangkung yang memiliki paras sempurna, pandai dalam segala bidang mulai dari akademi sampai bela diri, merupakan ketua OSIS disekolahnya, memiliki sifat dingin dan menjadi most wanted di SMA JAYA NEGERI. Kehidupannya sel...
