Siapin hati untuk terima kalo cerita ini tamat!
Aku bahagia untukmu, sekaligus merasa tidak bahagia karena aku bukanlah pencipta kebahagiaanmu.
Devian menatap was-was Ferisha di sampingnya, tampaknya perempuan ini tengah menahan tangis di sebelahnya, ingin rasanya Devian menjelasskan disini namun mungkin dalam keadaan emosi seperti ini Ferisha tak akan mau mendengarkan penjelasan yang ia berikan.
"Mau makan dulu?" tanya Devian ragu.
"Kamu gila yah, aku lagi marah kamu malah nawarin makan, serius kamu kenapa sih bikin aku emosi terus."
"Tapi gue laper Sha, tadi pagi belum makan."
"Siapa suruh kamu gak makan, gak ada kan," katanya kesal.
"Makanya jangan keseringan urusin selingkuhan jadi bingungkan mau ngapain aja," lanjutnya menyindir, ia melipat kedua lengannya di depan dadanya.
"Dia bukan selingkuhan gue Sha." Jelas Devian sebisa mungkin menahan emosi.
Ferisha tetap diam tak memperdulikan Devian, Devian menoleh dan menghembuskan napasnya pelan.
"Makan dulu yah, gue beneran laper."
Mobil Devian berhenti tepat di samping sebuah gerobak nasi goreng, Devian hendak bergerak turun namun suara dari Ferisha menghentikan pergerakannya.
"Ini aku marah loh!" teriak Ferisha, Devian menatap bingung Ferisha.
"Terus?"
Ferisha menarik napasnya. "Yah bukain lah pintunya!" teriaknya lagi.
Senyum Devian terbit di bibirnya, sekarang ia tahu bahwa Ferisha tak sepenuhnya kehilangan cintanya, ia harus bias mempertahankan cinta tulus Ferisha kepadanya.
"Gak usah senyum," kata Ferisha marah.
Semakin dilarang entah kenapa membuat Devian tertantang, ia semakin melebarkan senyumnya.
"Emang kenapa?" tanya Devian. "Takut jatuh cinta lagi?" katanya meremehkan.
"Gak usah kepedean."
"Dikira aku bias di goda gitu sama senyuman kamu."
"Sok ganteng."
"Gantengan juga Gerlan."
"Ganteng enggak, peka juga enggak, kenapa sih suami aku itu kamu," balas Ferisha sambil membuka pintu mobil dan berjalan keluar dari mobil.
"Gue harap gue segera ungkapin rasa yang gue punya Sha, gue cinta sama lo, kalimat simple yang susah untuk gue ucapkan di depan lo," gumamnya melihat kearah Ferisha yang sudah berjalan keluar.
•••
Keesokan harinya Ferisha di kejutkan dengan kedatangan seorang perempuan yang menjadi pusat kemarahannya kepada Devian, ia menatap bingung melihat kedatangan perempuan itu sambil menatap sinis kearahnya.
"Jangan gitu ngeliatinnya," ucap Devian kepada Ferisha.
"Apaan sih gak usah ngomong kamu," kata Ferisha sambil menjauhkan dirinya dari Devian.
Perempuan itu tampak terkekeh melihat perdebatan antara sepasang suami istri itu, tampaknya ia terhibur melihat betapa pasrahnya Devian kepada Ferisha, senyumannya semakin lebar kala melihat Devian semakin mendekatkan dirinya kepada Ferisha ketika Ferisha menjauh.
"Cepetan dong di jelasin, aku kesiksa begini terus," kata Devian marah kepada perempuan itu.
Perempuan itu tersenyum kepada Ferisha, lalu menatap garang Devian. "Sabar kali," katanya sinis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Cold Boy
Ficção AdolescenteDevian Mahendra Wijaya-Cowok jangkung yang memiliki paras sempurna, pandai dalam segala bidang mulai dari akademi sampai bela diri, merupakan ketua OSIS disekolahnya, memiliki sifat dingin dan menjadi most wanted di SMA JAYA NEGERI. Kehidupannya sel...
