45.Tak akan hilang

10.3K 627 170
                                        

Aku upload ulang yah part yang udah di hapus have fun guys!

Sudah jangan kecewa,setidaknya dia tau bahwa pernah ada kamu yang benar-benar mencintainya.

KEGIATAN bazar yang diperkirakan berlangsung selama tiga hari kini telah selesai dalam waktu hanya sehari saja, mungkin hal itu terjadi karena dana yang mereka dapatkan sudah lebih dari cukup untuk di berikan sebagai bantuan.

Banyak siswa yang protes akibat berakhirnya acara bazar itu, mereka sudah berkhayal betapa seru-nya kegiatan free class yang akan terjadi di saat acara itu, namun kini itu hanya khayalan karena kini realita-nya mereka tetap kembali bergelung dengan banyaknya tugas.

Mencoba melupakan pertengkaran yang terjadi malam tadi adalah hal yang Ferisha lakukan saat ini, seakan tak ada sesuatu apapun yang dapat di pertahankan saat ini, sudah tak terhitung banyaknya ia melamun sejak kejadian malam tadi.

Sang suami yang sudah terlebih dahulu meninggalkan pekarangan rumah sejak pagi tadi melupakan dirinya yang masih terdiam di meja makan, tak berkata apapun dan pergi begitu saja, menyebabkan tanda tanya dari semua orang di dalam rumah itu.

Tak terkecuali sahabat-sahabatnya yang sejak tadi menanyakan keterdiamannya, dapat ia lihat jelas betapa khawatir-nya sahabat-sahabatnya ini, namun untuk mengungkapkan saja Ferisha sudah tak sanggup, selemah itu air matanya.

"Tugas Fisika yang bapak berikan kemarin sudah di kerjakan semua?" kata Pak Husdi, selaku Guru bidang studi Fisika.

"Sudah Pak,"

"Baik kalau sudah kumpulkan di meja ini, biar bapak periksa satu-satu," ucap Pak Husdi sambil mengarahkan penggaris panjang yang berada di tangannya ke arah meja di hadapannya.

"Gimana nih gue belum selesai,"

"Lah kok bisa?!"

"Lo gak ngasih tau gue sih,"

"Gue juga belum ngerjain,"

"Emang yang mana sih yang di kerjain!"

"Yang ini bego!"

Mata Pak Husdi menyusuri setiap meja yang sudah bergerak kesana kemari untuk berbisik meminta jawaban secepatnya, tangannya ia lipat di depan dadanya, dan menatap horor para murid di kelas tersebut.

"Yang tidak mengerjakan tugas silahkan maju ke depan! Sekarang!" kata Pak Husdi berteriak.

"Maju cepat atau saya yang datang ke meja kalian satu-satu, dan menambah hukuman lebih berat?!" ucapnya memperingati, matanya melotot melihat ke depan dimana para murid berada.

"Sha, lo udah ngerjainkan?" tanya Bella menatap ke arah Ferisha yang masih terdiam.

"Kalo belum ini liat punya gue, cepetan," katanya mendesak sambil mengambil buku latihan Fisika milik Ferisha.

Ferisha melihat kearah sampingnya, lantas menggelengkan kepalanya, menatap lesu Bella.

"Gak usah Bel,gue maju aja," katanya lemas.

"Jangan Sha, liat muka lo pucet banget, jangan nekat, gue tau lo lagi ada masalah kan, gue maklumin lo gak mau cerita sekarang,"

Married With Cold BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang