Apa kau tahu bila darah memiliki bau yang khas? Bau amis dan anyir, bau yang menusuk hidungmu bila sudah terlalu lama. Darah juga memiliki rasa yang khas, rasanya pekat dan tajam, terkadang seperti besi, orang gila akan berkata darah seperti cokelat. Mereka yang pernah mencium dan merasakannya memiliki penjabaran yang berbeda-beda tentang darah.
Ferro pernah merasakannya, darahnya sendiri tentu saja, dia belum menjadi zombie atau kanibal yang memakan manusia lain. Bagaimana ia bisa merasakan darahnya sendiri? Dengan berbagai cara tentu saja. Sesekali ia mendapatkannya dari luka-luka di pertarungannya di The Cage, seseorang menghantam wajahnya terlalu keras hingga bibirnya robek. Darah mengucur deras dari luka-luka yang ia dapatkan, Ferro dapat mencecapnya saat darah berkumpul di dalam mulutnya. Rasanya seperti besi dan karat.
Ah, tetapi ada saat-saat di mana ia menyukai darah di dalam mulutnya. Saat ia mencium Cara dan wanita itu menggigit bibirnya terlalu keras. Rasa pekat darah yang keluar dari lukanya itu tidak hanya ia sendiri yang rasakan, Cara pun dapat merasakannya.
Ferro lebih menyukai menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin dan tidak membuang waktunya, tetapi di kala lain dia akan dengan senang hati bermain-main, membiarkan lawannya mengira mereka memiliki kesempatan lalu menghabisinya dengan perlahan. Ferro menikmati saat melihat harapan yang ada di mata musuhnya itu perlahan menghilang, bersamaan dengan darah yang mengucur deras dan wajah yang perlahan memucat hingga seputih kertas. Aroma amis dan anyir darah menemaninya di saat-saat seperti itu, hingga Ferro sudah peka dan hapal betul dengan aroma itu.
"You fucking psycho." Jimmy Belucci, atau yang lebih sering dipanggil cacing oleh anggota keluarganya yang lain mengerang marah. "Argh!" Jimmy berteriak kencang saat Ferro mematahkan salah satu jarinya, tidak ada seorang pun yang dapat mendengarkannya di sini. Anggota keluarganya yang lain mungkin tengah berkumpul di ruang makan atau ruang santai sembari bermain kartu atau mengisap cerutu mereka. Siapa yang akan mencari dirinya? Sosok yang tidak ada bedanya dengan seekor cacing di dalam Outfit.
"Ferro." Dante terpaku melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. Ferro duduk di atas punggung Jimmy, tas tangan milik Cara terlempar beberapa meter dari lokasi mereka berada. "Ferro." Selama beberapa tahun terakhir ia nyaris tidak pernah melihat Ferro kehilangan kontrol dan kendali dirinya seperti saat pria itu membunuh ayahnya sendiri, Luciano, tetapi kali ini entah sudah berapa kali Dante melihat Ferro nyaris kehilangan kendali dirinya sendiri dan menelan emosinya bulat-bulat. Dante memungut tas tangan itu, ia menatap mata Ferro yang memerah layaknya seekor banteng yang tengah dipancing emosinya.
"Dante." Ferro tertawa terkekeh. "Menurutmu bagian mana lagi yang harus aku singkirkan, hm?"
"Di mana Cara?" Dante berusaha mengalihkan perhatian pria itu. Sesungguhnya nyawa Jimmy Belucci tidak ada artinya di matanya, tetapi saat ini mereka tengah berada di rumah utama Outfit. Kematian Jimmy Belucci akan memancing pergolakan di antara paman-pamannya. Dante tahu benar Vitali Belucci tengah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Ferro dari posisi Capo Outfit, sementara Ferro sendiri hanya tengah menunggu waktu yang tepat untuk menyiksa Vitali dan menyingkirkannya ke dalam lubang terdalam yang pria itu ciptakan.
"Dan .... " Rocco yang mengikuti langkah kaki Dante ikut terpaku saat melihat tubuh babak belur dan mengerikan milik Jimmy sementara Ferro yang seperti orang gila berada di atasnya. "Apa yang kau lakukan, Ferro?"
"Apa itu penting?" Ferro mengambil jari kelingking Jimmy lalu mematahkannya, pria itu berteriak nyaring penuh rasa sakit saat Ferro mematahkan jari jemarinya.
"Di mana Cara?" Dante mengulang kembali pertanyaannya. Apa yang terjadi kepada wanita itu hingga Jimmy berakhir bersama Ferro di dalam ruang sempit itu?
"Dia tidak bertemu denganmu?" Ferro yang seolah tersadar kembali bangkit dari atas tubuh Jimmy. "Aku menyuruhnya mencarimu."
"Tidak. Aku tidak melihatnya dari tadi." Dante menegang. Di dalam ruangan itu bukan hanya ada paman-paman atau sepupunya yang lain, tetapi juga Vitali Belucci, orang yang dengan sangat jelas menampakkan ketidaksukaannya kepada Cara karena Cara bersedia menjadi informan kepolisian dan menyingkirkan beberapa anggota Outfit yang setia kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Action"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
