Ferro merenggangkan lehernya yang terasa kaku, ia meringis ketika merasakan rasa sakit di perutnya akibat tembakan yang ia terima di Lady Luck. Kepalanya terasa pening luar biasa, mungkin karena alkohol yang sedari tadi ia teguk tak ubahnya air putih, mungkin juga karena tingkah para anggotanya yang seringkali membuatnya ingin menghabisi para bajingan itu seorang diri.
Cara. Cara Belucci. Istrinya juga menjadi salah satu penyebab kenapa ia berada di ruangan ini sekarang, menghabiskan gelas demi gelas tonik dan gin, membuat kepalanya kacau. Ferro bukan seorang alkoholik, bisa dikatakan ia tidak ingin kehilangan kesadarannya dan melakukan hal di luar kehendaknya karena pengaruh alkohol. Namun, di saat yang bersamaan ia juga membutuhkan sesuatu yang bisa membuatnya lupa dan terkadang alkohol lah jawabannya.
"Ferro." Dante, consigliere sekaligus tangan kanannya itu membuka pintu ruang rekreasi dan mendapati Ferro yang tengah menenggelamkan dirinya sendiri di antara botol-botol alkohol. "Apa yang kau lakukan?"
Ferro tertawa miris ketika ia mengalihkan pandangan matanya lalu menatap consiglierenya itu. "Jadi bagaimana Cara, heh?"
"Dia baik-baik saja." Dante menyingkirkan botol-botol yang berada di hadapan Ferro lalu memindahkannya ke tempat yang lebih jauh. Ferro yang mabuk lebih parah daripada Ferro yang marah, setidaknya saat pria itu marah, Ferro masih memiliki akal sehat dan mampu berpikir jernih.
"Setelah kau menina bobokannya?" Ferro mengangkat alisnya, menantang Dante untuk membalas ucapannya. Namun, alih-alih membalas ucapannya, Dante malah menyarangkan sebuah tinjuan ke wajah Ferro. "Ada apa denganmu? Apa gadis itu juga menggoda tangan kananku sendiri?!"
"Kau pantas mendapatkannya brengsek." Dante mendengkus gusar. "Tidak seharusnya kau membawa Cara masuk ke dalam Outfit. Bunuh ayahnya, biarkan dia bebas."
"She is nothing more than my entertainer, Dante." Ferro tertawa kecil sembari mengusap sudut bibirnya yang berkedut nyeri karena tinjuan Dante. "She is mine. I fuck her first, so you better leave her alone."
"Ada apa denganmu, Ferro? Kau tahu Bratva mencari celah untuk menghancurkanmu, kita tidak butuh gangguan lagi seperti kepolisian."
"Lalu kau ingin aku melakukan apa? Meletakkan gadis itu kembali di pinggir jalan? Atau menembak kepalanya agar ia tidak bisa mengatakan apa pun kepada kepolisian?" Ferro mengambil sebuah gelas lalu mengisinya dengan gin hingga cairan itu nyaris tumpah membasahi meja.
"Apa yang kau inginkan dari Cara? Terlalu terlambat untuk membawanya kembali ke kehidupan lamanya."
"Kamu sama seperti ayah angkatmu, hah?" Ferro menyesap alkoholnya lagi. "Antonio menanyakan hal yang sama, aku ingin menghancurkan gadis kecil itu. Menghancurkan kenaifannya dan membuatnya sadar kalau dunia tidak seindah yang ia bayangkan."
"Dia tidak sepertimu, Ferro."
Cara tidak sama seperti Ferro. Tony Williams mungkin menyakiti Cara secara emosional, tetapi pria itu tidak pernah menyentuh putrinya sendiri dan memukulinya atau melukainya dengan tangannya sendiri, seperti yang Luciano Belucci lakukan kepada Ferro. Di satu sisi, Cara juga memiliki Christopher di sisinya untuk melindunginya, sementara Ferro harus melindungi dirinya sendiri dan benar-benar terbebas dari siksaan ayahnya setelah Luciano Belucci mati.
Ferro mendengkus, ia melihat ke jejeran botol-botol yang terpajang di rak di dinding lalu mengembuskan napas panjang. "Apa kau sudah menemukan tikusnya, Dante?"
***
Gasparro Belucci tidak menyangka ajalnya akan tiba secepatnya. Ia melihat Ferro yang berdiri di hadapannya, Dante Amato berdiri di sisinya sementara beberapa penjaga Ferro berdiri di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Azione"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
