Christopher menghempaskan secarik kain lap yang berada di tangan kanannya ke meja bar. Ia lelah menunggu dan kepolisian tidak juga bergerak meskipun ia telah memberitahu kabar Cara menghubunginya.
Berapa lama lagi ia harus menunggu sebelum sesuatu benar-benar terjadi Cara?
Diam-diam Chris telah mengumpulkan informasi tentang Outfit. Desas-desus yang berkembang tentang Ferro Belucci dan organisasi kriminal yang ia bawahi. Ia tahu di mana para pecandu itu mendapatkan narkoba mereka, ia juga tahu dari mana senjata-senjata itu diselundupkan, sayangnya informasi keberadaan Ferro Belucci dan di mana tempat tinggal pria itu sebenarnya tidak diketahui.
Keberadaan Outfit yang sebenarnya masih terkubur dalam-dalam di antara Kota Chicago. Tersimpan bagai harta karun yang disembunyikan dengan baik oleh antek-antek politik, kaki tangan Outfit di pemerintahan. Para koruptor itu bersembunyi di balik tameng wajah baik dan kharisma mereka, mengabaikan jaringan kartel yang mengakar di Chicago.
Chris tahu di mana ia bisa mendapatkan informasi tentang jaringan penjualan narkoba di Chicago, dibanding menunggu para polisi itu ia bisa mencari informasinya di perumahan kumuh yang dipenuhi oleh para pecandu, pelacur, dan para rentenir.
Chris memilih untuk bergegas, matahari mulai tenggelam dan ia tidak bisa menunggu bar tempatnya bekerja terisi penuh oleh orang-orang yang hendak menghabiskan malam mereka menonton pertandingan sepak bola.
Hanya butuh dua puluh menit berjalan kaki bagi Chris sebelum ia berhenti di sebuah gang sempit, tempat di mana ia pernah bertemu seorang tunawisma yang memberikan informasi kepadanya tentang Ferro Belucci.
Chris mencari-cari di antara sekumpulan tunawisma yang berkumpul menghangatkan diri mereka dan tunawisma yang tertidur di antara tumpukan kardus dan tenda usang.
"Hey," Chris menggoyang bahu seorang pria tunawisma yang nampak teler. Sebuah jarum suntik berada di tangan kanannya, pria itu terkekeh saat melihat Chris. "Di mana kau mendapatkan ini?"
Tunawisma lain berseru kepada Chris ketika pria itu tidak kunjung menjawab pertanyaannya. "Jangan bertanya kepada si tua Joe."
Chris menghampiri sekumpulan tunawisma itu, mereka tengah berkumpul sembari merokok di tepi api unggun. Dari aroma rokoknya yang tidak biasa, Chris tahu mereka tengah mengisap ganja. "Di mana kalian mendapatkan barang itu?"
"Kau mau? Aku bisa menjualnya kepadamu." Seorang tunawisma tersenyum lebar kepada Chris memperlihatkan gigi-giginya yang menguning.
"Tidak. Aku ingin tahu darimana kalian mendapatkannya."
"Apa kau polisi?" Tunawisma itu mendengkus lalu memutar badannya, enggan berbicara dengan Chris.
"Bukan. Aku ingin tahu di mana Outfit berada." Para tunawisma itu saling berbisik satu sama lain, mereka mengangkat barang-barang mereka lalu menjauh dari Christopher.
"Ada apa dengan Outfit?" Seorang pria tunawisma yang membawa botol bir di tangannya bertanya kepada Christopher. "Apa kau pria yang pernah mencari Tony Williams?"
Chris membalik badannya dan melihat tunawisma yang sama dengan yang pernah ia temui dulu, ia mengeluarkan selembar dolar bernilai seratus lalu menyerahkannya kepada tunawisma itu. "Aku mencari Outfit."
"Outfit?" Pria itu mengusap bakal janggutnya, matanya berkilat ketika Chris mengeluarkan lembaran uang lebih banyak. "Penghuni Chicago tahu kalau Outfit memiliki beberapa klub."
Chris menggeram kesal karena pria itu tidak kunjung menjawab pertanyaannya langsung dan memilih mengundur-undur hingga Chris mengeluarkan lebih banyak uang. "Asphere klub mereka yang terbesar di Chicago."
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Aksi"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
