Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

XXXV. The Vices

14.6K 1.8K 66
                                        

Jimmy Belucci yang berada di atas tubuh Cara tertawa terbahak mendengar ancaman Ferro. "Kau kira aku takut, Capo?" Jimmy memainkan pisau yang berada di tangannya.

Ferro Belucci bersandar di tepi pintu, kedua tangannya bersedekap, matanya mendingin melihat keduanya. "Apa yang akan kau lakukan?"

Cara membulatkan matanya melihat ekspresi Ferro yang mendingin. "Ferro," nada tercekat keluar dari mulutnya.

"Aku tahu kau akan seperti ini." Jimmy tertawa nanar, mata pria itu memerah, begitu juga wajah dan tangannya yang mencengkeram erat pisau. "Kau pria bajingan tanpa hati."

Ferro mengernyit sekilas saat melihat tangan Jimmy yang gemetaran memegang pisau. "Apa yang akan kau lakukan?" Ia bertanya kembali.

"Kau bahkan tidak peduli saat melihat tunanganmu diperkosa oleh banyak pria." Jimmy tertawa gusar. "Cara, Cara, Cara. Inilah pria yang kau nikahi. Setelah aku selesai denganmu dia akan membunuhku. Menembak dahimu dengan pistolnya. Bang. Kau mati."

Tubuh Cara menegang, ia menatap Ferro yang masih bergeming. "Ferro."

"Berhenti memohon kepadanya puttana!" Jimmy berteriak marah. Ia hendak menghunjamkan pisau itu ke punggung Cara ketika tiba-tiba Ferro menendang tangannya, membuat pisau itu terlempar beberapa meter dari ketiganya lalu memelintir tangan Jimmy dan menariknya menjauh. "Hahaha, aku tahu kau peduli kepadanya."

Cara buru-buru merangkak menjauh dan mengambil pisau itu. Kedua tangannya gemetar, matanya menatap nanar melihat Ferro yang menahan leher Jimmy dengan lengannya dan Jimmy yang terengah-engah dengan urat-urat leher menonjol dan wajah yang memerah. "Apa yang akan kau lakukan?" Ferro bertanya kembali.

Jimmy berusaha memberontak, tetapi kuncian tangan Ferro di lehernya begitu kuat. "Hari ini dia menyelamatkanmu, tapi tidak besok, Cara." Melihat usahanya melepaskan diri dari kuncian tangan Ferro adalah usaha yang sia-sia, Jimmy ganti mencemooh Cara yang nampak gemetar di sudut ruangan dengan pisau di tangannya.

"Panggil Dante, Cara." Ferro menatap kedua mata Cara lurus. Mata biru gelap pria itu bertemu dengan mata cokelat terang Cara. Wanita itu meneguk ludahnya lalu mengangguk, kakinya pergi secepat mungkin dari ruangan itu, mencari Dante atau siapa pun yang bisa membawanya pergi dari tempat ini. 

Seusai kepergian Cara, Ferro memusatkan seluruh perhatiannya kepada Jimmy 'Verme' Belucci. Ia mendengkus saat melihat Jimmy terengah-engah di dalam kunciannya. Ferro lalu melepaskan kunciannya dan mendorong Jimmy menjauh. "Kau tidak akan membunuhku?" Jimmy bertanya, tangannya menyentuh lehernya yang merah dan membiru.

"Kau pikir aku ingin mengotori tanganku untuk cacing kecil sepertimu?"

"Bratva." Jimmy tertawa terbahak-bahak ketika kata itu keluar dari mulutnya dan ekspresi wajah Ferro berubah. "Ah, Sophia." Ferro menerjang tubuh Jimmy, ia menghantam wajah pria itu berulang kali hingga derak tulang yang patah terdengar. "Kenapa kau tidak membiarkanku mencicipi Cara seperti saat kau membiarkan mereka mencicipi Sophia?" Dengan wajah yang berdarah-darah dan gigi yang tanggal, Jimmy terus memprovokasi Ferro, memancing tinjuan demi tinjuan yang mendarat dengan telak di wajahnya.

"Kau pikir aku takut membunuhmu, verme?" Ferro tertawa sinis. "Aku mungkin butuh tangan orang lain untuk menyingkirkan ayahmu atau Paman Benny, tapi tidak denganmu, bajingan."

Jimmy menatap kedua bola mata Ferro. "Bila bukan aku, maka Bratva yang akan mendatangi comaremu itu Ferro. Mereka akan membalaskan dendam atas perbuatanmu kepada Sophia. Mereka akan melakukannya lagi dan lagi dan lagi dan lagi." Jimmy mencemoohnya. "Semua dosa-dosamu akan kembali kepadamu."

"Begitu juga denganmu, you shit fucker." 

***

Dante Amato melihat ke seluruh penjuru ruangan, ini adalah salah satu acara tahunan yang Outfit adakan, sekedar berkumpul dan membicarakan bisnis mereka. Para capo dari tempat lain dipanggil, bahkan beberapa orang yang berafiliasi dengan mereka.

Vendetta | ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang