Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

XLII. Afterlife (M)

14.5K 1.6K 172
                                        

Hitam. Kenapa kematian selalu identik dengan hitam sedangkan pernikahan identik dengan putih? Cara tidak mengerti, dia tidak pernah mendapatkan jawabannya. Apakah hitam selalu berarti berkabung sedangkan putih selalu berarti suci?

Hari ini ia mengenakan pakaian serba hitam. Gaun hitam, topi hitam, sepatu hitam, bahkan Nana menemukan sarung tangan dengan warna yang senada untuk ia kenakan. Cara tidak pernah ke acara pemakaman sebelumnya, ayahnya mati tanpa sempat ia jenguk atau urus makamnya, sedangkan dia tidak punya keluarga lain yang perlu ia datangi acara pemakamannya hingga dia tidak tahu harus bersikap seperti apa di acara pemakaman.

Ferro yang berada di sisinya diam seribu kata, untuk pertama kalinya Cara menemukan sisi lain dari diri Ferro ketika pria itu mendengarkan kata pendeta dengan khidmat, berbanding terbalik dengan sosok yang dengan tanpa tahu malu membiarkan anak buahnya menodongkan sebuah senjata ke kepala pendeta saat pernikahan mereka.

Sebelumnya Cara tidak mengerti kenapa pernikahan begitu sakral dan mengikat bagi pria ini, baginya untuk apa status istri seorang Ferro Belucci ketika tugasnya tidak ada bedanya dengan para pelacur lain yang pernah ditiduri pria itu. Namun, kini setelah melihat sosok yang dengan tenang, khusyuk, penuh khidmat mendengarkan pendeta ia mengerti. Pernikahan itu bukan sesuatu yang ia anggap main-main, pria itu benar-benar mengikatnya, hingga maut memisahkan.  

"Apa yang dia lakukan di sini?" Suara kasak kusuk yang lainnya memenuhi gendang telinganya. Cara menoleh ke sebelah kanan dan kirinya, melihat mereka yang memberikan tatapan menusuk dan menilai, membuatnya tanpa sadar duduk lebih dekat ke arah Ferro.

"Sungguh tidak tahu malu." Bisik yang lainnya membuat Cara menunduk semakin dalam.

"Dante Amato akan menjadi sosok yang dirindukan kita semua." Pendeta menyelesaikan khotbahnya, Cara mengangkat kepalanya mendengar nama yang pria itu sebut. Dante Amato?! Tatapan penuh tanda tanya itu ia arahkan ke sosok Marc dan Luca yang berdiri di dekat peti mati.

Luca menggelengkan kepalanya, Marc mengabaikannya. Apa maksudnya itu?

"Apa Dante Amato benar-benar mati?" Suara seorang pria memecahkan keheningan saat mereka satu per satu meletakkan sebatang mawar putih ke atas peti mati yang tertutup. "Dia tidak punya keluarga, tidak ada seorang pun yang bisa membandingkan DNA mereka dengannya."

"Apa kau pikir dia berusaha keluar dari Outfit?"

"Dia consigliere Outfit." Sosok lainnya mendesis. "Tindakan yang pengecut bukan bila dia kabur?"

"Apa kita perlu mengadakan upacara ini?" Cara mengangkat kepalanya, menyadari sosok yang mendengkus mencemooh tadi. Vitali Belucci, paman Ferro, pria yang mampu memancing kemarahan Ferro dalam sekali jentikan jari. "Dante atheis, dia tidak percaya Tuhan." Pria itu mendekat ke arah Ferro, tubuhnya berdiri menjulang di sebelah Ferro yang masih terduduk. "Menurutmu kemanakah mereka pergi?"

"Siapa?" Ferro menarik napas panjang, tatapannya lurus terarah ke peti mati itu. Tertutup, karena jasadnya tidak layak untuk dilihat. Hanya Antonio dan Bibiana yang dapat menghargai usaha Ferro mengadakan upacara pemakaman ini. Gadis kecil itu menangis di sisi ayahnya yang mengusap punggungnya perlahan. Apa yang terjadi kepada Bibiana nanti setelah Dante tiada? Mungkin akan bernasib sama seperti Daniella, sebagai salah satu chip Outfit yang dapat ditukarkan dengan berbagai kemudahan atau kemalangan bagi gadis itu.

"Mereka yang tidak percaya Tuhan." Vitali menunjuk peti mati itu dengan dagunya. "Mereka yang atheis, seperti Dante. Ke mana mereka akan berakhir?"

"Apa pedulimu?" Ferro menoleh, menatap kedua bola mata pria itu. Apa pedulimu? Apa kau masuk neraka atau surga? Apa kau Tuhannya?

Vitali terkekeh, pria itu lagi-lagi tampak bangga berhasil menekan salah satu titik emosi Ferro. "Kenapa kau begitu percaya Tuhan kalau kau tahu kau akan berakhir di neraka?"

Vendetta | ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang