Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

L. To Be Free

12.9K 1.8K 197
                                        

"Apa kau yakin, Alana?" Cara menoleh ke belakang, untuk pertama kalinya melihat bagaimana rupa dan bentuk mansion Ferro dari luar. Tanpa bantuan Alana dia tidak akan pernah mendapatkan kesempatan seperti ini, Ferro tidak pernah membiarkannya pergi keluar dari rumah tanpa selembar kain hitam yang menutup matanya.

"Aku membawa Carmine dan Marc." Alana tersenyum simpul kepadanya, tangan wanita itu menggenggamnya. "Ferro tidak akan berkata apa pun. Aku bisa menjamin kepadamu kalau dia tidak akan memarahimu."

Daripada memarahi Cara, Cara lebih takut pria itu akan memarahi setiap orang yang terlibat dalam kepergiannya hari ini. Bukan hanya Carmine dan Marc, Alana juga seluruh penjaga rumah yang meloloskan mobil mereka juga akan menerima amukan Ferro.

"Apa kau baik-baik saja?" Alana bertanya kepadanya kembali, wanita itu memperhatikan mata cokelat Cara yang mengerjap melihat matahari pagi yang tanpa ragu menyinari padang golf yang mengelilingi mansion Ferro.

"Aku tidak akan pernah lolos bila berusaha kabur seorang diri." Cara berucap pelan. Kening Alana berkerut. "Rumahnya dikelilingi lapangan golf dan kebun anggur." Cara menunjuk lapangan luas yang membentang membatasi rumah utama dan pagar pemisah dengan jalan keluar utama menuju dunia luar. "Siapa pun yang masuk tidak akan mudah keluar." Cara tertawa kecil. Ada kerlingan di matanya yang lebih hidup daripada hari-hari terakhirnya di mansion Ferro.

"Kita hanya akan berjalan-jalan sebentar, melihat taman, pemandangan, makan es krim .... " Alana berbicara terus menerus tentang rencana mereka hari ini. Cara mengangguk semangat mengikuti wanita itu. Dia menyenangkan, bila dia memiliki ibu mungkin rasanya akan seperti ini. Seperti saat tangan hangat Alana menggenggam tangannya dan wanita itu berbicara cepat tentang apa saja yang mereka bisa lihat di Chicago dengan aksen Italianya yang kental. "Kau akan bahagia. Happy wife, happy life." Alana tertawa, untuk pertama kalinya Cara ikut tertawa di sebelah wanita itu.

Tidak seperti yang Ferro khawatirkan, perjalanan mereka jauh lebih menyenangkan dari yang ia bayangkan. Cara membuka matanya lebar, perjalanannya keluar dari mansion Ferro bisa dikatakan membuka matanya. Dia tinggal tidak dekat, tetapi juga tidak jauh dari peradaban Kota Illinois. Betapa dekatnya dia dengan dunia bebas, tetapi tidak pernah bisa merasakannya.

Mereka datang ke deretan pertokoan, Alana membeli pakaian apa saja yang wanita itu rasa pantas untuknya. Marc dan Carmine berjalan di belakang keduanya sembari menenteng tas demi tas belanjaan. Alana membawanya ke sebuah toko es krim, memesankan satu es krim rasa vanilla dan cokelat untuknya sementara wanita itu sendiri membeli sebuah jus mangga untuk dirinya sendiri.

"Apa kau suka?" Dengan sebuah es krim di tangannya, Cara mengganguk semangat. Alana tertawa melihatnya. "Pelan-pelan." Wanita itu mengingatkannya kembali ketika mereka berjalan menyusuri taman lalu duduk di salah satu bangku taman. "Apa kau sudah tahu apa jenis kelaminnya?" Alana menunjuk ke arah perutnya, Cara menggeleng.

"Aku tidak tahu." Ia menjilat es krimnya, menghabiskannya dalam beberapa suapan dengan lelehan es krim yang membasahi tangannya. Dia tidak pernah merasa setenang ini sebelumnya. Saat ayahnya masih hidup, setiap harinya ia memikirkan bagaimana cara membayar listrik dan air agar dia tidak kedinginan di musim dingin dan tidak perlu menumpang mandi di rumah Chris. Saat ia tinggal bersama Alan, nyaris setiap malam ia tidak bisa tidur tenang karena mimpi buruknya di mana Chris meninggal di dalam pelukannya. Kini saat tinggal bersama Ferro pun ia tidak bisa setenang ia, selalu ada sesuatu yang terasa salah.

"Ferro tidak memberitahumu?" Alana bertanya kembali.

"Kurasa dia juga tidak tahu." Cara mengedikkan bahunya. Setiap kali Vanessa datang membawa berbagai alat untuk memeriksa kehamilannya, wanita itu menawarkan kepadanya untuk mengetahui jenis kelamin anaknya, akan tetapi Cara selalu menolak, untuk saat ini biarkan itu menjadi sebuah kejutan untuknya nanti.

Vendetta | ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang