Tidak hanya piring atau hubungan saja yang bila telah retak atau bahkan pecah hingga hancur berkeping-keping tidak akan kembali seperti dahulu. Manusia pun juga seperti itu. Bila sudah hancur, akan sulit kembali ke masa di mana mereka masih berupa makhluk polos tanpa rasa dengki, iri, benci, atau dendam sekali pun.
Tidak ada yang bisa menjelaskan siapa yang memulai semua hubungan timbal balik ini hingga lingkaran setan ini akhirnya terbentuk. Ferro Luciano Belucci dengan dendamnya kepada organisasi yang telah membesarkannya dan Cara Williams untuk luka yang telah ditorehkan begitu dalam dari orang-orang yang seharusnya melindunginya.
Semua orang mengira dia akan mati hari itu, begitu juga Alan Darlings ketika pria itu masuk ke ruang tunggu operasi melihat sosok Ferro Belucci yang anehnya tampak tengah berdoa. Alan tidak tahu pria itu begitu religius, seluruh laporan yang ia terima tentang pria itu tidak pernah menyebutkan Ferro pernah menginjak gereja, meskipun ada banyak donasi yang pria itu berikan untuk jemaat gereja atau pun anak-anak imigran yang berada di bawah asuhan rumah singgah. Dia begitu kontradiksi, Alan tidak pernah menyadarinya.
"Ferro Luciano Belucci?" Alan memanggil namanya, memastikan pria berambut hitam bermata biru adalah sosok yang sama seperti yang ia cari. Walaupun wajahnya begitu serupa seperti sosok yang pernah ia temui bertahun-tahun lampau, sikapnya yang penuh kontradiksi saat ini membuatnya tidak yakin.
Wanita paruh baya dengan perban di tangannya yang berada di sebelah pria itu mengangkat wajahnya lalu menoleh ke arah pria lain yang berdiri tak jauh dari ruang operasi. "Siapa kau?" Inggris beraksen kental keluar dari mulut wanita itu.
"Detektif Alan Darlings." Dia tahu dia tengah menyela sesuatu saat ini, tetapi pekerjaannya menuntutnya untuk segera menyelesaikan semua ini tepat waktu. Bukan hanya itu, ada sosok lain yang rasa bersalahnya menuntutnya untuk segera membalas dosa-dosanya di masa lampau.
Apa kau tahu bila ketidakberdayaan dan rasa acuh juga termasuk dosa? Itulah anggapan Alan ketika mengetahui Chris mati mengenaskan dengan tiga luka tembakan di punggungnya. Pekerjaannya yang seharusnya melindungi anak itu menjadi sia-sia. Usahanya selama ini pun runtuh begitu saja ketika ia tidak hanya gagal melindungi Chris, tetapi mungkin juga Cara yang tengah berjuang di antara hidup dan matinya saat ini.
Pria lain yang berdiri menyandar di dinding menegakkan badannya lalu berjalan ke arahnya. "Carmine Belucci, pengacara Ferro. Kau bisa berbicara denganku." Sosok bernama Carmine itu mendekatinya, memperlihatkan kartu nama sekaligus tanda pengenalnya sebagai salah satu pengacara.
Alan menyadari kemiripan di antara keduanya. Tidak hanya nama belakang, tetapi juga mata biru dan rambut hitam mereka. Carmine Belucci bukan hanya pengacara pria itu, tetapi juga saudara Ferro. Alan tidak tahu siapa yang lebih tua di antara keduanya, tetapi dia menyadari siapa yang lebih memiliki kuasa saat ini ketika Ferro mengangkat wajahnya dan menatap Carmine.
"Tidak perlu, Carmine. Aku akan berbicara dengannya nanti." Ferro ganti menatap Alan ketika ia selesai berbicara dengan saudaranya. "Apa kau bisa menunggu?"
Sebuah senyuman di bibir pria itu membuat kening Alan berkerut singkat, ia menyadari senyuman itu sebelumnya. Dia pernah melihat senyuman serupa itu bertahun-tahun lalu, ketika Cara menolak berbicara dengan anggota polisi, polwan, bahkan psikiater yang dibawa ke hadapannya. Wanita itu memiliki senyuman yang sama seperti Ferro ketika mengangkat wajahnya dan akhirnya berbicara untuk pertama kalinya.
"Istriku tengah melahirkan di dalam sana, bisakah kau menunggu?" Ferro bertanya kembali. Alan merasakan keringat dingin yang mengalir di punggungnya. Dia tidak hanya mengenali senyum itu, dia juga merasakan sensasi yang sama ketika bertemu Cara bertahun-tahun yang lalu. Dia jelas lebih berbahaya dari bayangannya. "Tidakkah kau ingin memberikan sedikit simpatimu kepada keponakanmu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Aksi"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
