Klik.
Klik.
Klik. Bunyi pemantik ikan kod itu seolah memutar ingatan Cara kembali ke dua tahun lalu saat seorang polwan membawanya masuk ke dalam ruang interogasi, saat tangannya lengket karena darah Chris yang masih melekat di tangannya.
Detektif Jensen Hartnett berdiri di hadapannya, memainkan pemantik ikan kod yang sama seperti yang dimiliki oleh Ferro Belucci, Dante Amato, dan beberapa anggota Outfit lain yang pernah merokok di hadapannya.
Sudah berapa lama alarm itu berbunyi di kepalanya, tetapi ia abaikan? Kenapa dulu ia bisa sebuta itu?
"Apa aku bahan candaan untukmu, Ferro?" Cara bergerak mundur, menatap Ferro tidak percaya. "Kau bilang aku sama sepertimu? Aku tidak akan pernah melukai apalagi membunuh orang yang tidak bersalah."
Ferro mengerutkan keningnya lalu tertawa mencemooh. "Apa ini karena Chris? Kenapa kau meninggalkannya kalau begitu, Cara?" Ferro mendesis, menekan setiap patah kata yang ia ucapkan. "Kau bisa tetap bersamanya, ada banyak cara untuk lari dariku, tapi kenapa kau memilih untuk kembali?"
Cara menelan ludahnya susah payah lalu mendorong tubuh Ferro saat pria itu malah semakin mendekat setiap kali ia menjauh.
"Kau tidak bisa menjawabnya, bukan?" Ferro berbisik di telinga Cara. "Kau tidak bisa menampiknya, bukan? Karena kau sama sepertiku."
"Aku bukan kau, Ferro."
"Kau bisa menampiknya berulang kali, tapi kau tetap di sini, bukan? Apa bedanya kau denganku, saat kau sendiri tidak bisa mempercayai laki-laki itu." Ferro mencemooh, matanya menatap sekilas Cara dari ujung rambut hingga ke ujung kakinya yang tidak mengenakan alas apa pun, bergesekan dengan kerikil-kerikil tajam. "Ganti pakaianmu." ucap Ferro pada akhirnya saat ia melihat kaos milik Chris masih melekat di tubuh Cara.
***
Kamar yang ia tempati dua tahun lalu masih sama, tidak ada yang berubah. Bahkan letak pakaian dan buku yang berserakan di atas meja masih sama seperti dua tahun lalu, seolah Ferro tahu cepat atau lambat ia akan kembali ke tempat itu lagi.
Tangan Cara menyapu kasur, menatap kasur itu cukup lama lalu mencengkeram selimut yang terhampar berantakan. Dua tahun lalu ia menyerahkan kepercayaan dan keperawanannya kepada pria itu. Apa bahkan melakukannya pertama kali dengan pria itu penting? Cara bukan wanita yang peduli dengan keperawanan atau semacamnya, tetapi ia melakukannya pertama kali dengan Ferro karena ia percaya dengan pria itu. Percaya dengan kerapuhan yang pertama kali pria itu perlihatkan kepadanya. Apakah ia melakukannya karena nafsu atau kasihan?
Bajingan itu memanfaatkan kenaifannya, kenapa ia bisa sebodoh itu? Detektif Jensen Hartnett adalah orang yang menjadi penengah di antara kepolisian dan Outfit. Pria itu memberikan laporan kepada Ferro setiap kali ia mengeluarkan nama salah satu paman Ferro atau anak buah pria itu.
Pemantik ikan kod itu, kehadirannya di ruang interogasi kepolisian setiap minggu, Christopher ... semua itu sudah direncanakan oleh Ferro Belucci sedari awal. Setiap langkahnya, setiap patah kata yang ia ucapkan, pria itu tahu. Cara kira dirinya telah bebas dan lepas. Wanita itu tertawa mencemooh kepada dirinya sendiri lalu terisak pelan, dia hanyalah alat bagi pria itu untuk menyingkirkan paman-pamannya. Orang-orang yang Cara pernah temui bertahun-tahun lalu, orang-orang yang ingin mendapatkan kelemahan Ferro. Betapa bodohnya para pria itu bila mereka percaya Cara Williams, comare Outfit, istri Ferro Belucci, adalah kelemahan pria itu.
***
Klik.
Klik.
Klik. Ferro memainkan penutup pemantik ikan kod yang berada di tangannya, matanya melihat ke arah pria yang berdiri di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan di sini Detektif?" Ferro mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
Detektif Jensen Hartnett berhenti menatap pemantik ikan kod yang berada di tangan Ferro, pria itu menelan ludahnya sejenak saat melihat mata biru gelap Ferro. "Capo, aku yakin kau sudah tahu kalau Cara kabur dari rumah singgah dan dia .... "
"Dia berada di sini sekarang." Ferro mengembuskan asap rokoknya. "Dia bersama Chris di perbatasan Chicago."
Pria paruh baya yang berada di hadapannya ini mengembuskan napas lega yang sedari tadi ia tahan. Bila Cara menghilang begitu saja saat berada di bawah pengawasan, pria yang ada di hadapannya ini tidak akan membiarkannya masih bernapas dan berjalan di muka bumi ini.
"Baiklah, Capo." Detektif Jensen Hartnett adalah satu dari sekian banyak orang di kepolisian yang berada di pihak Outfit. Satu hal yang Ferro Belucci miliki yang tidak dimiliki oleh para Capo pendahulunya, Ferro mengerti kapan ia harus maju dan melawan, ia juga mengerti kapan ia harus mundur dan berkompensasi dengan kepolisian. Sejauh ini catatan kehidupannya bersih, selain beberapa pertikaian yang biasa terjadi di club dan bar yang ia miliki di seluruh penjuru Chicago, Miami, hingga Las Vegas.
Ferro Belucci tahu kapan ia harus menyerahkan anak buahnya yang bermasalah kepada kepolisian, tetapi di saat yang bersamaan ia juga tahu kapan harus menyelamatkan anak buahnya yang masih penting untuknya. Semua hal itu ia lakukan tanpa mencoreng nama baik Outfit, membuat para pamannya hanya bisa menggeram marah karena ia melakukan hal yang tidak biasa dengan mendukung beberapa politisi di Chicago dan berteman baik dengan kepolisian.
Saat Jensen Hartnett hendak undur diri dan meninggalkan ruang kerja Ferro yang pengap dan berbau asap rokok. Ferro mengetuk-etukkan jemarinya di atas permukaan meja yang mulus. "Christopher."
"Chris, Capo?" Jensen menunggu, sama seperti dua tahun lalu, menghadapi Christopher tidak pernah mudah. Pria itu tidak pernah pasrah menunggu hingga para kepolisian menyelesaikan tugas yang ia berikan. Christopher seperti anjing pelacak kepolisian yang terus mengendus-endus di tempat yang tidak seharusnya. Pria itu berbakat menjadi anggota kepolisian seandainya saja ia mau.
"Bisakah kau membereskannya?"
Jensen Hartnett menelan ludahnya, membereskan Christopher? Itu bukan perkara yang mudah. Kepolisian tengah mencari-cari Cara Belucci dan Christopher Brown saat ini karena mereka kabur dari rumah singgah, ia bisa membereskannya dengan mudah karena kabur dari tempat persembunyian mereka adalah pilihan mereka. Jensen Hartnett bisa membuat laporan palsu bila keduanya bersedia menghentikan program perlindungan saksi dan kembali menjadi warga negara biasa dengan alasan keduanya telah cukup dewasa dan interogasi yang dilakukan Cara setiap minggu di kantor polisi tidak memberikan hasil signifikan.
Ferro mengetuk-etukkan kembali tangannya, sementara tangan kanannya membuang abu rokoknya. "Bisakah kau melakukannya, Hartnett?"
Tidak ada kata tidak untuk pria di hadapannya ini. Jensen Hartnett hanya bisa mengangguk. "Tentu saja."
Ferro menyunggingkan senyuman sinis. "Letakkan saja dia di penjara, beberapa tahun akan menjernihkan otaknya."
"Penjara?" Jensen Hartnett semakin tidak mengerti apa yang ada di dalam isi pikiran pria yang berada di hadapannya ini. Matanya melirik ke arah pemantik ikan kod yang berada di atas meja, setiap anggota Outfit memiliki pemantik yang sama, hanya bagi mereka yang sudah memberikan Omertà mereka dan menyerahkan seluruh hidupnya di tangan Outfit. Tidak ada jalan keluar lain dari Outfit selain mati bagi para pria dan wanita yang bersumpah Omertà.
"Istriku tidak akan suka bila Christopher mati."
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Action"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
