Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Cara: Bestfriend

16.6K 2.2K 59
                                        

When your best is not good enough. Then what should you do?

Mereka tidak mengerti. Chris juga tidak mengerti. Ia tidak mengerti apa saja yang aku lakukan agar cukup aku saja yang terjebak di dalam neraka ini. Semua ini karena ayahku, ia yang melakukannya. Ia yang mencuri dari Outfit, lalu kenapa kita semua yang harus dihukum untuk kesalahan yang ia perbuat?

Detik demi detik berlalu hingga menit berubah menjadi jam dan matahari sebentar lagi terbit dari ufuk timur. Lampu ruang operasi masih menyala terang berwarna merah, pertanda seseorang masih berada di dalam sana menyelamatkan Chris.

"Dia tidak pernah menyerah." Seseorang duduk di kursi tunggu, membawa segelas kopi lalu meletakkannya di atas kursi yang berada di antara kita berdua. "Chris, maksudku. Dia tidak pernah menyerah."

Aku menatapnya lama, tidak mengerti kenapa ia tiba-tiba mengatakan hal ini kepadaku. Aku melihat ke arah petugas kepolisian yang menunggu di depan pintu unit gawat darurat dengan pistol di pinggang mereka, mereka berbincang satu sama lain seolah tidak peduli dengan keberadaan pria yang tiba-tiba duduk di sebelahku.

"Detektif Jensen Hartnett." Pria itu mengulurkan tangannya lalu menariknya kembali. "Ah, aku lupa mereka memborgol tanganmu."

Aku melihat dua borgol yang melilit tanganku, satu untuk mengunci kedua tanganku, sementara satu lagi untuk mengikatku dengan kursi. Aku tak tahu kenapa mereka memperlakukanku seperti seorang teroris di sini. Apa terjadi sesuatu selama aku pergi?

Detektif Jensen Hartnett seolah tidak peduli kepadaku yang sedari tadi tidak membalas ucapannya. Mataku kembali terpaku ke arah pintu ruang operasi. Kenapa mereka lama sekali?

"Apa mereka sudah mengobati lukamu?" Detektif Jensen bertanya sembari melihatku yang nampak lusuh karena bergulat dengan kepolisian saat mereka berusaha memisahkanku dengan Chris. Polisi bahkan sempat menyetrumku ketika aku tidak berhenti memberontak dari pitingan lengannya.

Aku menunduk melihat lecet di lutut dan sikuku, selain lutut dan siku, ada lebam di wajahku juga beberapa tempat lain yang tidak terlihat. Di saat-saat seperti ini aku benci kepada diriku yang mudah lebam membiru, lukaku tidak ada apa-apanya di banding Chris, tidak sepatutnya aku menerima perawatan dokter ketika keadaan Chris saja masih tidak jelas.

Detektif Jensen Hartnett menepuk-nepuk jaket yang ia kenakan lalu mengeluarkan sekotak rokok dan sebuah pemantik berbentuk ikan kod. Ia lalu melepaskan jaketnya kemudian menyampirkan jaket itu ke bahuku.

"Ferro Belucci tidak akan suka melihat keadaanmu sekarang ini, bukan?" Detektif Jensen Hartnett kemudian bangkit, meninggalkanku kembali sendiri di depan ruang operasi sementara ia berbincang dengan dua petugas kepolisian yang berjaga. "Aku akan pergi keluar untuk merokok, kabari aku begitu operasinya selesai."

Petugas kepolisian itu hanya mengangguk sekilas kemudian melirikku lalu kembali mengobrol dengan polisi lain.

Mataku masih menatap lekat pemantik ikan kod yang berada di tangan Detektif Jensen Hartnett. Aku mengenal beberapa pria yang memiliki pemantik yang sama dan tidak seharusnya aku melihat pemantik itu lagi di tempat ini.

Aku sudah selamat. Aku sudah meninggalkan tempat itu. Aku mengucapkannya beberapa kali bagai mantra, tetapi isi hatiku menjerit mengatakan ada sesuatu yang salah.

Seorang petugas rumah sakit keluar dari ruang operasi lalu berbicara dengan anggota polisi yang berjaga. "Dia selamat. Christian selamat. Kami berhasil mengeluarkan pelurunya dan menghentikan pendarahannya."

Christopher selamat, tetapi entah kenapa hatiku masih merasa tidak tenang. Ada sesuatu yang salah, tapi aku tak tahu apa itu.

Aku seperti bisa mendengar suara Ferro tepat di telingaku mengatakan, "aku akan tahu, Cucciola. Apa pun yang kau lakukan, aku akan tahu."


Vendetta | ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang