Antonio Amato bisa melihat perubahan yang begitu besar pada wanita itu. Sebelum dan sesudah dia datang ke tempat ini. Cara mengingatkannya dengan sosok wanita lain, bertahun-tahun lalu. Wanita yang pada akhirnya menyerahkan dirinya pada sebutir peluru di hadapan anak laki-lakinya.
"Apa kau puas sekarang?" Antonio menatap sosok pria yang berada di hadapannya. Ferro Belucci jauh berbeda dari sosok yang masih berada di dekapan ibunya lalu beralih pengasuhan ke ayahnya tak lama setelah ibunya tiada.
Dia ingat hari itu. Di belakang Luciano, Antonio berdiri, menatap sosok Ferro yang tertidur bergelung di dalam jasad ibunya. Clarissa Belucci, bahkan nama asli wanita itu tidak tersemat di makamnya. Luciano tidak hanya merenggut masa muda wanita itu, dia juga merenggut namanya, kebebasannya, masa depannya, bahkan tubuhnya. Ibu kandung Ferro masih terlalu muda ketika mengakhiri hidupnya yang singkat.
"Dia bisa menjadi seperti ibumu atau Sophia atau bahkan keduanya bila kau tidak mengakhiri kegilaan ini." Antonio menegaskan kepada pria itu kembali. Dia bisa saja kehilangan untuk yang ketiga kalinya, jatuh di lubang yang sama untuk kesekian kalinya karena ego dan rasa kepemilikan yang begitu dalam. "Biarkan dia bebas dari sangkar emas yang kau ciptakan ini."
"Paman," Ferro memajukan badannya, melihat mata abu-abu milik Antonio yang berkilat. Matanya serupa seperti platina, cemerlang dan cerdas. Kadang Antonio terlalu lembut untuk dunia mereka yang keras. Pria itu bisa tertawa terbahak kepada pasien-pasien kecilnya di rumah sakit, tetapi juga bisa menjadi sosok mengerikan yang mencabut gigi geligi lawan-lawannya di pesakitan.
Mereka semua yang terjebak di organisasi ini datang entah karena suka atau terpaksa. Sebagian seperti Vitali atau verme bisa menikmati apa yang mereka dapatkan karena bergabung di organisasi ini, sebagian lagi akan seperti Luca atau Dante, menyianyiakan hidup mereka yang singkat demi organisasi yang melakukan batas paling minimum terhadap mereka. "Apa yang ingin kau dengar dari mulutku?"
"Apa kau mencintainya?"
Cinta? Ferro memikirkan perkataan pamannya. Merenunginya dalam dengan kening berkerut. Apa itu cinta? Apa rasa posesif yang ia rasakan kepada Cara bisa disebut cinta ketika pada saat yang bersamaan dia ingin menghancurkan wanita itu? Memperlihatkan kepada wanita itu bahwa dunia yang sesungguhnya terlampau kejam untuk ia tinggali.
"Apa kau peduli kepadanya?" Antonio mengulangi pertanyaannya. Baik Carmine maupun Ferro bisa menampik bahwa mereka membenci Luciano, tetapi ia mengerti, keduanya merupakan perpaduan yang sempurna antara ayah dan ibu mereka masing-masing. Carmine memiliki sifat Alana yang pengalah dan cenderung tunduk. Ferro memiliki sifat Clarissa yang pemberontak dan keras kepala. Mereka berdua jauh berbeda, tetapi keduanya juga memiliki sifat Luciano yang begitu kental. Sifat haus darah pria itu.
"Aku peduli kepadanya." Kali ini Ferro menjawab pertanyaan Antonio setelah memikirkan kata cinta itu tadi. "Kehamilannya sulit, makanan tidak bisa masuk ke dalam perutnya ketika aku berada di dekatnya. Vanessa bilang dia terkena Hyperemesis gravidarum." Tubuh Cara begitu kurus dibanding wanita hamil lainnya, perutnya juga lebih kecil tidak seperti ibu hamil enam bulan lainnya. Vanessa berkata bayinya baik-baik saja, tetapi kini dia tidak yakin.
"Apa kau yakin dia akan bertahan di sisimu karena kalian punya anak?" Antonio benar, hanya karena mereka memiliki anak yang menjadi penghubung darah di antara keduanya, tidak berarti Cara akan suka rela tetap berada di sisinya. Chris menjadi jalan baginya agar Cara tetap bertahan di sini dan dengan tenang menerima segala hal yang ia bisa berikan. "Dia tidak ada bedanya dengan boneka hidup sekarang. Tersenyum, tapi juga tidak tersenyum. Aku tidak bisa melihat ketulusan di matanya. Dia melakukannya hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri kalau segalanya akan baik-baik saja."
Kali ini Ferro berang, mereka sudah membicarakan Cara entah berapa jam di ruang kantornya, tetapi mereka kembali ke titik nol. Antonio yakin Cara tidak akan bahagia di tempat ini, sementara Ferro yakin cepat atau lambat wanita itu akan menerima keadaannya saat ini dan bersikap lebih baik lagi. "Apa kita akan menghabiskan waktuku membicarakan istriku, Paman?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Ação"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
