XLIV. Trip to Hell

12.2K 1.5K 116
                                        

Stella memberikan tatapan menggoda kepada para pria yang berada di luar 'kandang'nya, sebuah panggung dengan bentuk layaknya kerangkeng yang digantung tinggi. Para pria itu berada di bawahnya, menatapnya nyalang, berusaha meraihnya, tetapi jelas tidak akan bisa.

Stella menari dengan gerakan sensual, mengikuti gerakan musik yang mengalun lambat. Masih pukul setengah sembilan malam, bisa dikatakan masih cukup 'pagi' bagi mereka para makhluk malam yang baru akan merangkak menuju ke Asphere untuk memenuhi nafsu dan dahaga mereka.

Tangannya menari, melepas salah satu pakaiannya ketika arah jarum pendek berada di angka sembilan. Para penonton bersorak saat ia melemparkan senyuman menggoda kepada mereka, tangannya bermain-main di payudaranya, menutup dari pandangan mata orang lain sebelum menjatuhkan branya. Para pria itu mengerang, melihat sebuah pasties yang menutup putingnya. Dia tidak akan membiarkan para lelaki berhidung belang itu menikmati tubuhnya begitu saja, selalu butuh godaan, telanjang seutuhnya tidak akan menarik. Stella tahu permainan apa yang tengah ia lakukan saat ini.

Musik berganti, temponya menjadi lebih cepat, Stella menari mengikuti kecepatan musik, para pria yang berada di bawah sana melemparkan lembar demi lembar uang kepadanya. Senyumnya mengembang hingga tatapannya bertemu dengan sosok pria yang berada di bagian VIP, tempat terbaik untuk melihat penampilan para penari telanjang yang ada di Asphere, memperhatikannya dalam diam sembari menegak gelas demi gelas alkohol yang disediakan.

Stella memutar badannya, menutup aksinya malam ini lalu memungut bra dan berlembar-lembar uang dilemparkan kepadanya.

"Stella." Pria itu menahan lengannya, berusaha berbicara dengannya.

"Marc." Stella menghela napas panjang, ia memberikan senyum tipis kepada pria itu. "Apa kau berencana membeli malamku lagi hari ini?"

"Apa kau lebih senang tidur bersama Vitali dibandingkan diriku?" Marc menyembur gusar. "Apa kau suka pria tambun yang berusia dua, tidak, tiga kali lipat lebih tua darimu?" 

"Apa yang kau bicarakan sekarang?" Stella berucap lelah, ia bersedekap. Pakaiannya masih sama seperti saat di atas panggung tadi, sebuah bikini tipis dengan rumbai dan glitter. Saat ini dia terlihat seperti versi murah dari para model pakaian dalam yang sering berlalu lalang di tv. Dia memalukan, dia bahkan malu kepada dirinya sendiri.

"Kenapa kau menolak menemuiku?"

"Kau membeli malamku, nyaris setiap malam sejak Ferro menyuruhku kembali ke Asphere." Jarinya yang lentik menyentuh dada Marc. "Kau membuatku merasa seperti pelacur." Stella menunduk. Dia mungkin pelacur, tetapi tidak untuk Marc. Entah kenapa egonya terluka ketika pria itu membeli waktunya setiap malam, ketika dia rela menyerahkan dirinya seutuhnya tanpa perlu mendapatkan bayaran. Namun, dibandingkan egonya yang terluka, Stella memutuskan berhenti menemuinya karena Vitali.

Vitali Belucci, sepupu Luciano Belucci, paman Ferro sekaligus pria yang melakukan banyak hal menjijikkan kepada wanita-wanita tidak beruntung yang berada di dekatnya. Beberapa hari belakangan ini Stella tahu dari bartender dan sesama penari yang menaruh simpati kepadanya bila Vitali mencarinya. Pria itu  tidak bisa menyentuhnya di rumah Ferro, tetapi jelas ia memiliki kewenangan yang berlebih di Asphere. Tidak seperti sebelumnya, Ferro mungkin tidak akan membantunya setelah tahu Cara berusaha meminta pertolongannya.

Para pria dari klan Belucci memang sakit. Mereka terobsesi dengan wanita yang tidak bisa mereka dapatkan, seperti Vitali yang bersikeras untuk membuatnya tunduk atau Ferro yang membuat Cara terkucilkan dari dunia luar. Ferro Belucci ingin Cara hanya bergantung kepadanya, memohon dan meminta pertolongannya, jiwa sakit pria itu menikmati setiap kali Cara menurunkan harga diri dan egonya lalu memohon kepadanya demi Chris. Dia membencinya karena Cara memohon hanya untuk Chris, tetapi di saat yang bersamaan juga menikmatinya karena tahu gadis itu hanya dapat meminta pertolongannya.

Vendetta | ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang