"Tony! Tony!" Chris menggedor pintu rumah Cara, memanggil nama Tony berkali-kali.
Tangan kirinya yang terkena tembakan pistol Ferro terbalut perban. Orang-orang menyebutnya beruntung. Beruntung karena dia masih hidup. Beruntung karena Ferro Belucci hanya menembak lengannya. Beruntung karena tak lama setelah Outfit meninggalkannya di gang gelap itu sendirian bersimbah darah dan berada diambang batas kesadarannya, ada polisi yang tengah berpatroli menemukannya. Mungkin orang-orang bisa mengatakannya beruntung, tetapi mereka berhasil membawa Cara dan bisa saja gadis itu tidak seberuntung dirinya.
"TONY!" Chris meninju pintu rumah Cara dan menyadari sebagian engsel pintu rumah Cara nyaris lepas karena tinjuannya. Chris menyadari tidak ada satu pun gembok rumah Cara yang terkunci, hanya kunci rumah biasa yang ditutup dengan terburu-buru. Chris lalu menubrukkan badannya ke pintu rumah itu hingga engselnya terlepas dan ia bisa masuk dengan mudah.
"Tony?" Chris mencari-cari ke seluruh penjuru rumah dan menyadari kalau rumah Cara seperti baru saja dijarah. Perabotannya tergeletak berantakan, sisa bir dan rokok masih berada di atas meja makan. "Cara?" Chris berteriak frustrasi. Dia yakin kalau apa yang terjadi pada Cara disebabkan oleh ayahnya, Tony Williams.
Chris hanya pernah menemui pria itu beberapa kali dan setiap kali bertemu dengannya, ia tidak bisa mengatakan kalau ia punya memori yang baik terhadap pria itu. Dia pernah meninggalkan Cara selama berhari-hari di tempat penitipan anak ibunya bekerja dulu, lalu meninggalkan gadis itu berbulan-bulan tanpa makanan atau minuman di rumahnya sendiri setelah ia terusir dari tempat penitipan. Hidupnya bahkan tidak lebih baik daripada anak-anak yatim piatu di panti asuhan.
Saat Christopher menemuinya pertama kali dulu, Cara berada diambang batas kekurangan gizi dan dehidrasi setelah ditinggal Tony berbulan-bulan tanpa makanan atau minuman bahkan tanpa listrik dan air. Gadis kecil itu bertahan karena rasa kasihan ibunya yang mengirimkan makanan ke rumah Cara. Dulu Cara bahkan tidak bisa berbicara walaupun usianya sudah lima tahun. Gadis itu menatapnya hampa, terlihat tidak terlalu berharap kepada ibunya ataupun kepadanya.
Setelah terserang infeksi paru-paru dan masuk ke dalam rumah sakit saat usianya enam tahun, Cara akhirnya membuka dirinya kepada Christopher setelah mendapati Christopher adalah satu-satunya orang yang berada di sebelahnya sebelum ia menutup matanya dan setelah ia membuka matanya. Selama bertahun-tahun Christopher menjadi satu-satunya keluarga untuk Cara, sebelum gadis itu dibawa oleh Ferro Belucci.
"Cara?" Chris mendorong pintu kamar Cara dan mendapati jendela kacanya yang rusak hingga angin kencang bisa masuk. "Cara .... " Langkah kaki Chris terhenti ketika melihat kasur Cara yang biasanya terletak di sudut ruangan kini dipindahkan dengan sembrono. Ada sebuah lubang di bawah kasur Cara. Lubang yang cukup untuk menaruh sebuah brankas kecil. "Sialan kau, Tony." Chris mengumpat ketika melihat lubang itu.
Entah sudah berapa lama lubang itu terbentuk di sana. Tony pasti membuatnya saat Cara berada di sekolah atau ketika tengah bekerja paruh waktu. Apapun yang berada di dalam lubang itu pastilah penyebab Ferro Belucci membawa Cara sekarang.
"Sialan kau, Tony." Chris mengumpat lagi lalu menendang kursi yang berada di kamar Cara. Ia lalu duduk di atas kasur Cara, menarik napas dalam-dalam dengan gusar lalu memaki kembali. "Bajingan kau, Ferro." Chris mengepalkan tangannya. Ia berjanji tidak akan membiarkan Cara kembali ke kondisinya seperti dulu. Dia akan mendapatkan gadisnya kembali.
***
Cara memakai salah satu pakaian yang tersedia di dalam lemari kamarnya dengan hati-hati. Air mata masih menggenang di pelupuk matanya ketika ia melihat jejak kebiruan di pergelangan tangannya atau jejak-jejak yang bajingan itu tinggalkan di dadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Action"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
