Cara berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu cepat, bulir-bulir keringat membasahi pakaian yang ia kenakan, tangannya gemetaran hingga akhirnya ia menarik napas dalam-dalam dan menurunkan tangannya.
"Kau tidak bisa?" Dante mengangkat alisnya, terlihat meremehkan dirinya. Pria itu mengeluarkan pistolnya sendiri, mengarahkannya ke sasaran tembak lalu menembaknya berulang kali, bunyi desingan pistol ditambah bunyi metal yang terkena sasaran refleks membuat Cara terkesiap kaget hingga ia segera menunduk dan menutup telinganya. "Kau tidak bisa?" Dante bertanya kembali, ada nada kecewa di dalam suaranya.
"Aku tidak bisa." Cara menjawab pertanyaan Dante dengan suara cicitan kecil.
"Kau yakin kau tidak bisa?" Dante berdiri di hadapannya hingga akhirnya ia mendongak dan bisa melihat pria itu mengulurkan tangannya ke arahnya, membantunya berdiri dengan tegak kembali. "Apa kau ingat tujuanmu belajar pistol, Cara?"
Apa tujuannya belajar menembakkan pistol? Cara nyaris menertawai dirinya sendiri karena ia lupa alasan utamanya belajar menggunakan pistol itu.
"Pistol ini bisa menjadi senjata yang menyelamatkanmu atau membunuhmu." Dante meletakkan pistol milik ibu Ferro kembali ke telapak tangannya. "Sekarang keputusannya ada di tanganmu, Cara. Apa kau ingin menggunakan pistol ini untuk menyelamatkan orang-orang yang kau sayangi atau membiarkan pistol ini sebagai alat untuk membunuh orang-orang yang kau sayangi."
Cara menatap pistol milik ibu Ferro lekat-lekat, ia tahu ia bersikap seperti pecundang akhir-akhir ini. Mimpi buruknya dan kenyataan hidup yang menamparnya keras membuatnya goyah. "Aku tidak ingin membunuh orang lain."
"Kau tidak selalu punya pilihan, Cara." Dante menatapnya. "Dulu mungkin Christopher melindungimu, tetapi di sini kau tidak punya siapa pun untuk melindungimu."
Cara mengalihkan pandangan matanya dari pistol itu lalu menatap Dante, consigliere Ferro terlihat jauh berbeda di hadapannya. Tidak ada senyum jenaka nan meremehkan yang biasa menghiasi wajahnya, hanya ada tatapan serius juga sejumput rasa kecewa di matanya seolah pria itu telah menyadari sedari awal kalau ia tak bisa bertahan di dalam Outfit. "Apa yang kau lihat pada hari itu tidak ada apa-apanya."
"Apa yang kau inginkan, Dante?" Cara mengembuskan napas gusar, ia lelah berada di ambang ketidakpastian seperti ini. Ia hanya ingin segera pergi dari neraka ini secepatnya, tetapi ia tahu tidak ada jalan keluar dari Outfit selain mati.
"Bangkit. Hadapi monster yang ada di dalam mimpimu bila kau ingin melindungi orang-orang yang kau sayangi." Dante menunjuk kembali ke objek sasaran tembak berbentuk metal yang ada di depan mereka. "Musuhmu yang mati atau Christopher yang mati."
Dante berusaha menyadarkannya, trik yang tepat tentu saja karena Cara jelas tidak akan membiarkan seorang pun dari mereka menyentuh Christopher apalagi melukainya. Cara mengangkat pistolnya, senjata yang bisa melindunginya atau berbalik menyerangnya. Ia menarik napas dalam-dalam sembari membayangkan objek sasaran tembak itu sebagai Ferro.
Ferro atau Chris. Pilihan yang mudah. Cara meletuskan sebuah tembakan yang sedikit meleset dari objek sasaran.
"Bagus." Dante menyilangkan kedua tangannya di dada, tidak ada ekspresi puas atau bangga ketika melihat Cara berhasil mengeluarkan sebuah tembakan. "Jangan kecewakan Ferro, Cara."
"Apa?" Cara memutar badannya lalu memperhatikan Dante. Ia mendengkus di dalam hati. "Bila maksudmu tentang Calonzo, aku jelas tidak akan ... tidak bisa memberitahu siapa pun."
Dante memberikan sebuah seringaian kecil mengejek kepada Cara. "Aku tahu kau tidak akan memberitahu siapa pun, Cara." Bila beberapa saat yang lalu ada gadis kecil penakut di hadapan dirinya, kini wanita itu berubah menjadi jauh lebih berani meski ada setitik keraguan yang tersembunyi dengan baik di balik tatapan wanita itu. "Ferro tidak seperti yang kau kira."
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Acción"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
