Cara menatap kosong ke arah Nana yang memasukkan lembar demi lembar pakaian ke dalam kopernya. Luca bersender di tepi pintu, Madre berada di pelukan pria itu. Anjing kecil itu mendengkur tenang setelah menerima beberapa kudapan dari Luca. Daripada Cara, kini Madre lebih dekat dengan Luca karena hanya pria itu yang sepertinya cukup peduli untuk bermain bersamanya.
"Cara." Luca menegurnya, menyadarkannya dari lamunan hingga menyadari Nana tidak lagi bersama mereka di dalam kamarnya.
Cara melihat ke belakang Luca, melihat pintu kamarnya yang terbuka lebar, koper telah dipersiapkan dengan rapi sementara Luca masih menggendong Madre. "Apa?" Wanita itu menghela napas panjang.
Dia tidak tahu apa yang harus dia rasakan saat ini, dia jelas tidak merasa senang, tetapi sedih atau marah adalah hal lain yang tidak bisa dia jelaskan saat ini. Anak ini adalah bentuk keegoisan Ferro, dia tidak menginginkannya, dia tidak akan pernah menjadi ibu yang baik atau bahkan berharap menjadi ibu suatu hari nanti. Satu-satunya ibu yang ia tahu adalah Madre, anjing kecil yang kini berada di pelukan Luca.
"Kau akan baik-baik saja." Luca meyakinkannya untuk kesekian kalinya, tetapi untuk kesekian kalinya pula Cara hanya tersenyum tipis dan mengabaikan perkataan pria itu. "Aku tahu anak tidak pernah ada dalam rencanamu."
"Oh, sungguh?" Kali ini Cara menaikkan alisnya, cukup terkejut Luca memiliki pemikiran seperti itu.
"Aku merasa begitu." Luca tersenyum miris. "Tanpa ayah atau ibu yang bisa menjadi panutan, bagaimana seseorang seperti kita bisa berharap menjadi orang tua yang baik suatu hari nanti?"
Cara tersenyum kecil, miris, sedih, entah apa lagi. "Aku tak tahu kenapa Ferro tidak memiliki pemikiran yang sama denganmu." Ia menggeleng, tangannya menyentuh perutnya yang masih serata papan. Dia bahkan tidak dapat merasakan apa pun saat ini. Apa itu hanya salah satu trik Ferro untuk menjebaknya di dalam permainan pria itu?
"You will be alright." Luca mengulangi kembali perkataannya.
"Aku juga berharap begitu." Cara bergumam. "Kenapa kau baik sekali kepadaku?" Cara tersenyum miris, ia melihat sebuah bekas luka di tangan Luca, luka tusukan yang ia berikan kepada pria itu ketika pertama kali bertemu dengannya. Dia melukainya, tetapi pria itu masih begitu baik kepadanya. Bahkan ketika rasa mual mulai menyerangnya atau ketika ia menolak memakan makanannya, Luca masih menjadi pria pertama yang mengerti keadaannya dan bahkan menawarkan memakan makanannya terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa semua makanannya baik.
"Aku tidak tahu kenapa." Luca bergumam sekilas. "Mungkin karena kau mengingatkanku kepada Red."
"Stella. Apa yang terjadi kepadanya?" Dulu sebelum dia pergi dari rumah ini, Cara pernah berkata, hanya Luca dan Stella yang ia bisa katakan sebagai temannya, sekutunya di tempat ini.
Kini dia kehilangan Stella. Wanita itu tidak lagi muncul sejak ia bertemu dengannya sejak pesta tempo hari. Dia tak tahu apa yang Ferro pikirkan ketika melihat rekam CCTV seusai pesta di kediaman Ferro berakhir. Cara hanya meminta tolong kepada Stella untuk membawakan alat tes kehamilan untuknya, tetapi bisa saja pria itu memiliki pikiran yang lain saat melihatnya. Ferro tak tahu dia tidak ingin memiliki anak. Apa pria itu mengira Cara meminta Stella membawakan obat penggugur kandungan untuknya?
"She will be alright." Luca memberikan jawaban yang ambigu, membuat Cara lagi-lagi terdiam. Madre mendengkur tenang di tangan Luca sementara Cara, dia hanya bisa kembali menatap kosong ke arah kopernya yang terisi pakaiannya. Sebentar lagi dia akan menemui Chris, apa yang harus dia katakan kepada pria itu? Pengkhianatan macam apa lagi yang perlu Cara berikan kepada pria itu? Apa mereka bahkan bisa baik-baik saja setelah semua ini berlalu?
***
Carmine Belucci lebih tua dua tahun dari Ferro. Seharusnya dia tampak lebih dewasa, tetapi kebalikannya, adiknya itu selalu terlihat lebih dewasa dan kelam. Terlalu banyak masalah hidup bertubi-tubi yang Ferro alami sehingga ia sendiri pun tidak yakin masih ingin menyimpan dendamnya kepada pria itu atau tidak. Mereka adalah keluarga. Bagi para famiglia, keluarga selalu di atas segalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vendetta | ✓
Action"Semua benda punya harga. Bahkan manusia pun punya harga. Sekarang beritahu kepadaku, berapa hargamu?" Sebuah pertemuan singkat dengan pria itu membawa Cara Williams ke dalam sebuah lingkaran setan. Lingkaran yang mengurungnya, menguncinya, karena C...
