Kita masih berada di ruangan ini; terjebak dalam sepi sementara denting jarum jam masih menemani.
Tak ada kata yang menjadi pembuka setelah sekian lama tak berjumpa, seolah pita suara mendadak tak lagi berguna.
Dan di atas meja hanya ada sekuntum bunga yang sudah mati--tergeletak bersama pecahan hati yang dijadikan saksi sebagai akhir dari kita.
Semuanya berubah. Ruangan yang dulunya hangat, kini membeku seiring berjalannya waktu. Ruangan yang dulunya bising, kini mendadak sunyi dalam hitungan musim.
Lantas, sebuah suara terdengar mengudara; sebenarnya kita sedang berlomba siapa yang paling lama bertahan untuk tak mengucap pisah atau hanya sekedar bertahan untuk memastikan bahwa cinta itu masih ada?
Bengkulu, January 25th 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Perihal Cinta, Kita Semua Bodoh dan Buta
Historia CortaSebuah coretan tentang kita dari sudut pandang yang berbeda, perihal lembaran kisah yang pernah terkoyak oleh kebodohan dan hancur oleh hujan air mata. Mungkin kau tak akan suka cerita ini, aku pun tak berharap kau akan membaca apa yang ada di kepal...