Epilog 5

1.5K 119 29
                                        

Zora duduk di depan meja riasnya memperhatikan wajahnya sambil memakaikan serum. Ia harus tetap menjaga kecantikannya. Sekarang terlalu banyak perempuan yang menginginkan milik orang lain, jadi dia tetap harus menjaga kecantikan paripurnannya.

Zora menoleh ketika melihat suaminya keluar dari kamar mandi dan berbaring di kasur. Wajahnya tampak pucat sambil memijat pelipisnya Zora bergerak mendekati Ano. "Ka Ano masih mual, mau dibuatin teh anget?" tanya Zora bingung.

Zora tersenyum geli sebulan lalu setelah dirinya menceritakan pada Claudia tentang keadaan Ano, Claudia terlihat sangat bahagia. Padahal sebenarnya ia ingin meminta saran obat untuk Ano. Tapi dirinyalah yang disarankan ke dokter karena menurut Claudia bisa saja dirinya hamil dan Ano sedang morning sickness.

Mau tak mau, Zora menuruti Claudia karena Claudia datang bersama Sisi menjemput dan membawanya ke dokter. Pemeriksaan menyatakan Zora hamil dan kemungkinan bayi kembar. Sekarang sudah masuk 12 minggu kehamilan dan perut nya sudah sedikit terlihat.

"Nggak tahu, kenapa tiap pagi aku selalu mual ya, perasaan kamu yang hamil jadi aku yang begini," ucap Ano sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.

"Zora hari ini masakin ya, ka Ano, mau apa?"

Ano menatap Zora dengan tatapan bahagia. "Ayam goreng sama sayur asem?"

"Hah?"

"Kemarin catering kantor ada sayur asem dan ternyata enak, jadi nanti buatin ya," ucap Ano bersemangat sedangkan Zora tersenyum kikuk. Sayur asem? mendengar makanan itu saja ia baru pertama kali, sepertinya ia harus meminta bantuan Lanny.

"Kalau gitu hari ini ke kantor pas siang aja ya, kamu pucat banget, gimana kalau kamu pingsan kayak kemarin, aku kaget tahu dengarnya, sayang!" seru Zora sambil terkekeh membuat Ano mendesis sebal.

"Kok kamu malah ketawa sih, senang ya suaminya kayak gitu," ucap Ano sebal membuat Zora terkekeh.

"Ih nggak, kamu tuh curigaan sama aku, istirahat ya," tawa Zora merdu sambil keluar dari kamar membuat Ano mendengus sebal. Kenapa dirinya yang harus mengalami semua ini? Sedangkan istrinya ketika hamil semakin bertambah cantik dan aura disekitar selalu bahagia.

****

Lanny sibuk memotong beberapa bahan sayur yang dibutuhkan untuk membuat sayur asem. Ia memperhatikan bahan yang sudah lengkap kemudian berjalan mencari Zora.

"Zora?" panggil Lanny keras sedangkan Zora berjalan turun dari tangga menggunakan daster yang baru saja tadi dibeli sambil menggunakan masker di wajah.

"Kenapa Lan, jangan teriak-teriak donk, kasihan pita suara kamu," ucap Zora santai sambil memperbaiki masker wajahnya.

"Kamu ngapain sih, sore-sore udah maskeran, buruan masak, udah aku siapin semua, kurang apalagi aku, udah kayak pembantu aku di sini, nanti ka Ano ke buru datang tahu," seru Lanny gemas sambil memberikan panci yang tak sengaja dia bawa.

"Ih, aku kan habis make up harus dirawat biar terjaga, sekarang banyak perempuan baik tapi ternyata perebut milik orang, kamu juga harus hati-hati deh, Kio nanti direbut kalau kamu kebanyakan diam aja, udah terima aja jadi sekretaris super duper pribadinya Kio!"

Lanny menghela nafas pelan mendorong kepala Zora sampai Zora terhuyung sedikit. "Ish, aku hamil tahu!"

"Iya tahu hamilkan di perut bukan kepala kamu kan?" tanya Lanny sebal. Sedangkan Zora memanyunkan bibirnya sambil mengosok keningnya. Lanny dan Ka Ano itu adalah dua orang yang paling sering menoyor kepalanya batin Zora kesal!

"Ih Lanny mah, tapi kan pusing kamu dorong gitu!" elu Zora sambil membawa panci yang ia peluk ke dalam dapur.

"Aku suka heran, ka Ano tuh sukanya apa dari kamu, si Kio juga dulu suka sama kamu," ucap Lanny tapi kemudian menutup mulutnya. Opps! dia baru saja membocorkan hal yang tak boleh dia bocorkan.

Devilish (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang