Devilish - 5

1.4K 197 15
                                    

Zora tersenyum lebar menghampiri Lanny yang masih menjaga stand. Gadis itu terlihat ramah dengan pengunjung. Kenapa dia tidak diperlakukan demikian? Zora menghela nafas dan langsung kembali tersenyum berjalan ke arah Lanny.

"Lanny, ternyata jam 9 pagi kalian udah pada jaga stand!" seru Zora ceria membuat Lanny bingung.

"Kok kamu di sini, kenapa sekarang kamu sering berkeliaran sendiri tanpa teman-temanmu?" tanya Lanny sebal membuat Zora diam sejenak.

"Mereka belum pada datang, kelas mulai jam 10, berhubung tadi aku nebeng orang, jadi keawalan ke kampus!" seru Zora cepat.

"Memangnya mobilmu kemana?" tanya Lanny bingung. Zora tersenyum ragu dan sedikit menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Acaranya belum selesai ya?" tanya Zora mencoba mengalihkan pembahasan. Lanny mencibir karena pertanyaannya tidak dijawab.

"Hari ini terakhir, Zora!" seru Mira tersenyum hangat padanya.

"Kamu lagi makan apa?"

"Rujak mangga, Ra, mau?" tawar Mira membuat Zora bersemangat mengambil, tapi belum sempat tangannya menjangkau Lanny memukul pelan tangannya.

"Aduh," Zora mengosok punggung tangannya karena tepukkan Lanny yang pelan tapi pedas.

"Ga usah nanti kamu sakit perut kalau makan ini pagi-pagi, itu pakai terasi, bumbu penyedap, garam sama cabe, kamu pasti ga pernah makan rujak buah begitu!" seru Lanny membuat Zora tersenyum.

"Cie khawatir ya, tapi ga apa-apa kok, jajanan kemarin aku aja ga kenapa-napa," ucap Zora bangga membuat Lanny pasrah saat ia langsung mengambil potongan buah dan memasukkan ke dalam mulut.

"Enak tahu!" seru Zora cepat.

"Makan aja Ra, kalau kamu suka," ucap Mira geli melihat Zora yang begitu bahagia karena memakan sebuah rujak buah.

Lanny menyenggol Mira agar tidak memberikan Zora terlalu banyak. Bukan pelit, ia hanya takut gadis kaya dihadapannya tidak cocok dengan makanan yang baru saja ia telan.

"Zora, kamu di sini, aku teleponin dari tadi!" seru Sovia membuat Zora menoleh.

"Kok kamu awal banget?" tanya Zora bingung sambil mengunyah potongan buah mangga.

"Tadi kan udah aku tanya jam berapa kamu ke kampus?"

"O,iya lupa!" cengir Zora membuat Sovia menggeleng.

Sovia melirik Lanny dan juga Mira bingung. Ia tersenyum ragu menatap gadis-gadis itu melihatnya intens. "Aku mau lihat tugas kamu!"

"Sudah kuduga, Via emang ga pernah berubah," desah Zora pelan.

"Yuk, ngapain kamu di sini, makan aneh-aneh lagi, nanti kalau Sarah lihat pasti mulutnya ngomel," ucap Sovia sambil menarik Zora pergi.

Zora kembali menoleh ke belakang melambai pada Lanny dan Mira. Lanny hanya menatap datar, gadis itu benar-benar tidak mengertikahh bahwa teman-temannya sedang melarang dia berteman dengan dirinya ini.

~

Kelas telah berarkhir. Tapi Zora dan teman-temannya masih asik duduk dikelas karena Sovia masih asik bercerita. Zora pun masih menatap Sovia tak percaya. Sekarang dihadapannya gadis itu sedang menceritakan kejadian yang dia lihat tapi dan ceritanya bahwa ia datang bersama Kio. Ia memijat pangkal hidungnya. Kepalanya tiba-tiba saja berdenyut tak karuan. Bukan hanya pusing karena Sovia tapi dadanya juga terasa nyeri.

"Jadi, Zora kamu kenapa jadi sering sama Kio?" tanya Tiara penasaran.

"Udah biasa tahu," tawa Zora pelan.

Devilish (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang