Devilish - 28

773 106 7
                                    

Kio memperhatikan Lanny yang sedari terus tersenyum membuatnya ikut tersenyum. Gadis itu tak biasa terus tersenyum. Beno mengikuti arah pandang Kio.

"Kamu pasti rasa bedakan? hari ini Lanny ceria banget ya!" seru Beno membuat Kio tersadar.

"Biasa aja sih, emang aneh kalau orang senang, kali aja ada sesuatu yang bahagia gitu dihidupnya."

Beno menjentikkan jarinya mengiyakan ucapan Kio. "Benar juga ya!"

"Lanny balikan sama mantan ya?" tanya Beno keras membuat Lanny menoleh.

Lanny menoleh kesal. "Jangan sembarang an ya? Amit-amit!"

"Terus kenapa tuh, senyum senyum lihat handphone?" tanya Beno penasaran.

"Kepo aja!"

"Oh, gue tahu, pasti gebetan baru nih, Ki lo harus hati-hati sama dia entar laporan acara kita bisa berantakan kalau dia sibuk sama gebetan."

"Ck, kalau iya kenapa? masalah!" seru Lanny sebal pada Beno. "Catet ya, emang gue lo, kalau udah sibuk sama pacar semua kerjaan ga kamu kerjain," lanjut Lanny

"Masa pada ga tahu sih?" goda Mira geli membuat Lanny cemberut.

"Mira!" rengek Lanny kesal.

Mira tertawa geli membuat Beno makin penasaran. "Gebetan baru kan, benar!"

"Idih, otak lo isinya cinta cinta mulu! ga guna lo!" seru Mira sebal.

Kio menutup mulutnya karena hampir tertawa membuat Beno menatap garang. "Jangan ketawa lo, kayak tahu aja!"

"Tahulah, apalagi soal Lanny," ucap Kio santai. "Kamu punya motor baru kan? ucap Kio tepat sasaran.

Lanny menatap tak percaya kemudian berdehem mengiyakan ucapan Kio yang tepat.

"Ya, kan kita ketemu ditempat parkir, aku lihat kok, kamu peluk peluk stank terus..." ucapan Kio terhenti karena Lanny segera menginjak kakinya.

"Apaan sih, ga usah ngarang!" tawa Lanny pura-pura sambil melotot dan menepuk lengan Kio.

Kio meringgis memegang lengannya. Kecil begitu tenaga gadis didepannya sangat kuat. "Iya masa Lanny bahagia gegara itu doank, kan ga mungkin," elu Beno tak percaya.

Lanny tersenyum kaku. Ia memang bahagia karena motor barunya. Motor yang ia beli dengan uang tabungannya setahun ini. Walau hanya motor bekas dan bukan motor impian. Tapi ia cukup bersyukur dengan itu.

"Lo aja ga peka, bego sih jadi gini!" seru Mira membuat Lanny terkekeh.

"Cukup, karena aku lagi baik hari ini, aku bakal traktir kalian, tapi ingat ga boleh mahal dan hanya 1!" seru Lanny memperingati Beno yang pasti akan rakus.

"Ck, pelit!" dengus Beno yang baru saja akan bersorak tapi kemudian pupus mendengar ucapan akhir Lanny.

****

Lanny memberhentikan motornya sejenak karena tidak mendengar suara Zora yang berbicara. Ya, daritadi dirinya terus berbicara dan Zora sama sekali tidak menyahut hanya mendengar nya berdehem.

"Eh! Lo tidur ya Ra?" sentak Lanny melepas helmnya.

"Kagetin banget sih suaramu Lan, mana berhenti di tepi jalan gini, kenapa," ucap Zora pelan sambil menggosok matanya.

"Wah, benar-benar ya, udah dikasi tumpangan, daritadi aku ngomong kamu tuh tidur, giliran aku tidur kamu marah," ucap Lanny sebal.

"Iya, itu beda ya,kan pas itu cerita dikamar bukan dijalan gini, habis kamu hanya ngomong yang sama terus, hari ini kamu senang karena udah punya motor, terus mau traktir karena kamu gajian plus dapat bonus, lalu tanya mau ke mana, makan di mana, aku disebutin kamu bilang mahal semua tapi kamu minta saran terus, aku kan bingung," elu Zora sebal.

Devilish (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang