Feren tak menurunkan pandangannya dari pada Ethnan dan itu membuat Ethnan merasa jengah dan salah tingkah.
Altaria yang duduk di depan Feren itu hanya tersenyum miring. Biarkan saja Feren dan tatapan yang selalu membuat lawan bicara tidak nyaman itu. Feren tidak pernah melakukannya tanpa sebab.
Ia memilih menyuapkan potongan ayam ke dalam mulutnya.
“Manis.”
Feren yang mendengar panggilan itu sontak melebarkan kedua matanya dan menatap keduanya dengan horor sebelum memfokuskannya pada Altaria.
“Lo becanda, Tir.”
Altaria yang baru akan menyuap sup kentangnya mengangkat kepala menatap Feren. “Nggak. Gue manggil dia Madu.”
“Oke, lo gila.”
Ethnan yang mendengar umpatan Feren itu menatap Feren tidak suka. “Apakah ada yang salah dengan itu, Nona Feren?”
Feren mengernyit memindahkan tatapannya pada Ethnan, ia tersenyum miring. “Iya, karna lo nggak tahu Altaria itu aslinya kayak gimana.”
“Kalau begitu katakan apa yang saya tidak tahu dari Altaria?” Ethnan membalas tatapan Feren kali ini dengan berani.
“Itu tugas Anda untuk mengenal Altaria bukan malah bertanya pada saya,” katanya.
“Habisin makanan lo, Ren. Lo jangan lupa harus ke rumah produksi nantinya.”
Dengan spontan Feren menepuk pelan keningnya. “Hampir lupa.” Lalu dengan cepat Feren memakan makanannya tanpa peduli dengan sekitarnya. Ia memiliki jadwal lain yang harus dilakukan sehabis dari sini.
Melihat kesempatan itu Ethnan berbalik menatap Altaria yang juga melanjutkan makannya. “Manis.”
Altaria menoleh. “Hmm?”
“Maaf sekali lagi karna aku telat datang. Tadi macet dari bandara mau kemari.”
Altaria mengangguk tak acuh lalu kembali makan. “Kamu beneran nggak makan?”
Ethnan menggeleng. “Aku udah makan di pesawat.”
“Itu sarapan, Madu. Kamu habis ini bukannya mau ke kantor?”
“Suapin?”
Altaria berdecak pelan. Ia menjatuhkan perhatian pada Ethnan. “Tadi katanya nggak mau makan tapi sekarang minta suapin? Makan sendiri.”
Ethnan justru mengulum senyum. “Tega banget kamu sama aku. Aku ‘kan baru balik dari luar kota dan butuh perhatian dari kamu. Rasanya nggak enak banget jauh dari kamu dan sekarang ketemu kamu malah cuek sama aku.”
Feren yang hendak minum terhenti karena penuturan Ethnan sehingga membuatnya menatap pria itu dengan takjub. Bahkan calon suaminya jarang berkata manis seperti itu. Ia lalu menatap Altaria yang terlihat mendesah pelan. Sudah Feren katakan bahwa Ethnan tidak mengenal Altaria. Feren pun melanjutkan niatnya untuk minum.
Altaria berhenti makan lalu menatap Ethnan. “Kamu pesan makan nanti aku suapin.”
“Aku maunya sepiring sama kamu.” Ethnan menunjuk piring Altaria yang tersisa potongan terakhir chicken cordon bleu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Altaria [Completed] || Revised
Chick-LitMenjadi anak sulung dari dua bersaudara yang mana adiknya merupakan seorang perempuan juga membuat Altaria harus mau menjadi pemimpin perusahaan. Namun sebelum ada adiknya, Altaria sendiri sudah belajar keras dan melatih dirinya nanti untuk kelak me...
![Altaria [Completed] || Revised](https://img.wattpad.com/cover/249975217-64-k908567.jpg)