Altaria melangkah masuk ke dalam dengan perlahan, matanya pun sibuk melihat tempat yang baru saja dipijakinya.
Ethnan yang merasa langkah Altaria melambat itu lalu berbalik, ia menatap perempuan itu lalu tersenyum. “Saya nggak akan macam-macam sama kamu.”
Altaria langsung menatap Ethnan. “Saya sibuk memperhatikan bukannya memikirkan apa yang kamu katakan itu.” Ia menggeleng-gelengkan kepalanya atas ucapan asal Ethnan.
Altaria berjalan masuk dengan mantap meski matanya masih melihat isi apartemen Ethnan.
“Maaf kalau begitu. Kamu mau minum apa?” Ethnan berjalan menuju lemari es.
Altaria yang sedang melihat suatu lukisan di ruang tengah apartemen Ethnan menoleh pada pria itu. “Teh hangat kalau boleh.”
Ethnan mengangguk. “Oke.” Lalu ia pun membuat teh untuk Altaria.
Saat ini Altaria sedang berada di apartemen Ethnan. Sebenarnya Altaria enggan kemari. Ia sudah menolak selepas mereka makan malam tetapi Ethnan dengan kemampuannya membujuk membuat Altaria pun luluh. Maka beradalah Altaria di apartemen untuk kalangan menengah ke atas ini. Interior desainnya sederhana, tidak banyak barang, warna dindingnya pun putih dan beige. Terasa nyaman dan sederhana tentunya.
“Silahkan diminum.” Ethnan menaruh secangkir teh di hadapan Altaria yang sudah duduk di sofa panjang di situ.
Altaria langsung menoleh pada Ethnan dan mengangguk. Ia pun meraih cangkir itu dan meminumnya perlahan. “Manis.”
“Saya taruh satu sendok makan gulanya.”
Altaria menaruh cangkir tersebut. “Satu sendok teh saja gulanya tanpa gula juga saya lebih suka,” ujarnya.
“Oke. Lain kali saya bikinin tanpa gula saja.”
Altaria mengernyit sambil tersenyum. “Jadi kamu berharap saya sering ke sini?”
Bukannya jawaban Ethnan justru melemparkan senyuman pada Altaria sehingga membuat gadis itu menatapnya heran.
“Kenapa?”
“Kalau kamu sering ke sini nggak papa sih. Biar berasa ada yang perhatiin,” kata Ethnan lalu bersandar pada punggung sofa.
“Bukannya banyak yang perhatian sama kamu?” Altaria juga sudah duduk bersandar sambil bersidekap.
Dahi Ethnan mengerut. Jemarinya ia ketukan perlahan di atas lututnya. “Berhubungan dengan orang besar itu berbeda. Sebelum dekat pasti sudah dicari latar belakangnya.”
Pernyataan Ethnan itu Altaria dibuat tertawa pelan. “Pengalaman memang nggak bisa dianggap enteng.” Ia kembali meminum teh buatan Ethnan itu.
“Jadi, saya itu nggak bisa bohong sama orang-orang kayak kalian. Karna entah dengan cara apa pasti kalian tahu jadi mending jujur saja.”
“Bagus deh kalo gitu.”
Ethnan tersenyum lalu mengambil cangkirnya sendiri yang berisi kopi susu dan meminumnya. Semua itu menjadi pemandangan bagi Altaria. Ia memperhatikan sisi wajah Ethnan yang tegas, caranya meminum kopi pun menunjukkan kewibawaan dan kelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Altaria [Completed] || Revised
Chick-LitMenjadi anak sulung dari dua bersaudara yang mana adiknya merupakan seorang perempuan juga membuat Altaria harus mau menjadi pemimpin perusahaan. Namun sebelum ada adiknya, Altaria sendiri sudah belajar keras dan melatih dirinya nanti untuk kelak me...
![Altaria [Completed] || Revised](https://img.wattpad.com/cover/249975217-64-k908567.jpg)