Yang pertama kali bertemu dengan Jolika hanya Feren. Pertama kali sosok yang ditemui Feren adalah Jolika ini. Seorang gadis berusia lima belas tahun yang meringkuk di tempat yang jauh dari jangkauan mata dan terus menangis sambil bergumam pelan.
Feren, sahabat kecil Altaria itu tidak pernah menyangka bahwa Altaria mengalami hal berat seperti ini. Sahabatnya itu didiagnosis memiliki trauma berat akan masa lalu yang menyebabkan kinerja otaknya untuk membentuk sosok lain dalam dirinya sendiri.
Jolika adalah sosok pertama yang muncul, seorang siswi sekolah menengah atas yang penakut dan penuh dengan trauma dan Andhita adalah sosok yang melindungi Jolika dan Altaria. Jolika hadir enam bulan berselang dari menghilangnya Altaria dari jangkauan semua orang terkecuali Feren.
Hanya Feren yang tahu dengan benar dan cerita utuh bagaimana Altaria bisa seperti itu yang juga dirahasiakannya dengan rapat.
Lalu tak lama kemudian ketika Altaria mulai berlatih tinju membuatnya mengenal Johansson seorang pelatih sekaligus Kakaknya. Johansson pun tahu cerita hidup Altaria meski tidak selengkap Feren.
Johansson, Sora, Kendra dan tentu saja Dokter Mia yang menangani Altaria ketika pertama kali Jolika hadir. Mereka lah yang tahu rahasia Altaria tetapi memang hanya Feren serta Dokter Mia yang lebih tahu secara detail. Altaria dapat bertemu dengan Dokter Mia pun berkat campur tangan Feren sehingga Altaria bisa berobat.
Kendra baru saja kembali ke kamar hotel yang ditempati Altaria. Kendra juga diberikan master key agar Altaria tidak harus selalu membukakan pintu bagi Kendra.
Kendra mengetuk pintu kamar tempat Altaria tidur. Sudah lima kali Kendra mengetuk tetapi tidak ada tanda-tanda Altaria akan membuka pintu. Altaria biasanya akan bangun hanya dengan dua kali ketukan, kecuali jika bosnya itu sedang memutar lagu dengan volume yang keras.
Pria itu pun sudah menemukan teh merah pesanan Altaria dan ia tahu Altaria membutuhkannya tetapi gadis tidak juga kunjung membuka pintu kamar.
Sekali lagi Kendra mengetuk pintu bahkan sambil memanggilnya.
"Nona Altaria."
"Nona, ini saya Kendra. Pesanan Nona sudah ada." Dan pada ketukan yang entah sudah keberapa kalinya pintu pun terbuka. Kendra berhadapan dengan bosnya yang biasanya menatapnya dengan dagu sedikit terangkat kini terlihat menunduk, menyembunyikan wajahnya dibalik rambut panjangnya.
"Nona?"
Tidak ada sahutan dari Altaria.
Tentu saja kening Kendra mengerut bingung. "Teh merah pesanan, Nona, sudah saya dapatkan. Apa Nona mau saya menyeduhkannya untuk Nona?"
Kendra menunggu jawaban dari Altaria namun tak ada, hanya sedikit gerakan yaitu kepala bosnya yang terangkat dan menatapnya sebelum kembali menunduk.
Detak jantung Kendra seketika terasa cepat. Kedua tangannya yang berada di sisi tubuhnya berkeringat. Ini bukan Altaria apalagi Andhita melainkan..., Jolika.
"Nona Jolika?"
Jolika mengangkat kepalanya ketika namanya disebut.
Benar, Jolika. Apa yang harus dilakukan Kendra sekarang?
"Nona, mau teh merah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Altaria [Completed] || Revised
Literatura FemininaMenjadi anak sulung dari dua bersaudara yang mana adiknya merupakan seorang perempuan juga membuat Altaria harus mau menjadi pemimpin perusahaan. Namun sebelum ada adiknya, Altaria sendiri sudah belajar keras dan melatih dirinya nanti untuk kelak me...
![Altaria [Completed] || Revised](https://img.wattpad.com/cover/249975217-64-k908567.jpg)