Altaria tidak akan pernah bosan memandang aurora. Sudah empat tahun tinggal membuatnya selalu melihat pemandangan itu dengan takjub, indah dan berwarna.
Dan ditiap melihatnya ia pasti akan mengambil satu foto aurora.
Lian, Helva, Raline dan Altair sudah berangkat dua hari yang lalu. Menyisakan rasa sepi di hatinya.
Biasanya ada Raline dan Helva tapi sekarang ia sendiri. Altaria mendesah pelan, selama ini ia memang berjuang sendirian, tetapi empat tahun belakangan dengan mudah mengubah perasaannya. Mama dan adiknya selalu berada di sisinya, mereka saling memberi dukungan untuk sembuh dan bahagia.
Altaria mendesah pelan. Frank yang menemani Altaria menatap gadis itu. “Rindu Ibumu dan adikmu?”
Altaria menoleh sekilas pada Frank. “Empat tahun bukan waktu yang sebentar ‘kan?”
“Kenapa kau tidak ikut kalau begitu?”
Altaria tersenyum kecil. “Aku ingin keliling dunia dulu.”
“Kelihatannya impian lama.”
“Ya. Seperti yang kau tahu aku besar dengan membawa nama baik keluarga. Harus jadi kebanggaan. Memang aku sendiri yang mau tapi tetap saja, aku ingin jika bisa hanya sekali merasa bebas dan melakukan apa pun yang aku suka,” ujar Altaria dengan jujur.
Frank memandangi aurora. “Lakukan apa yang ingin kau lakukan, Altaria. Hidupmu milikmu.”
Benar. Hidupnya adalah miliknya jadi ia akan melakukan apa yang diinginkannya, melupakan sejenak tanggung jawabnya.
“Setelah itu?”
“Kembali ke Indonesia menjalankan tanggung jawab.”
“Apa itu yang memang kau inginkan?”
Apa itu yang memang diinginkannya? Altaria menoleh pada Frank yang juga sedang menatapnya. Altaria mengangguk. “Ya. Aku tidak bisa lari dari tanggung jawab itu selain itu aku sudah berjuang sejauh ini tidak mungkin aku melepaskannya begitu saja.”
“Baiklah.” Mereka terdiam beberapa saat sebelum Frank kembali bertanya. “Kapan kau akan mewujudkan impianmu itu?”
“Minggu depan.”
“Begitu cepat.”
Altaria mengangguk kecil. Rasanya ia sudah tidak sabar ingin menjelajahi dunia. Tanpa sadar senyuman hadir di wajahnya dan Frank yang melihat itu ikut tersenyum. Wajah Altaria terlihat lebih cerah dan hidup.
“Sebelum kembali ke Indonesia, singgahlah lebih dulu di sini.”
Altaria menatap Frank. “Bukan hanya itu, aku akan sering berkunjung.”
“Aku akan menunggu.”
“Atau kau yang berkunjung ke Indonesia.”
Frank terkekeh pelan. “Akan kupikirkan.”
Altaria hanya melempar senyumnya. Keduanya pun kembali hanyut dalam diam sambil memandangi pemandangan langit yang menakjubkan itu. Satu minggu lagi Altaria akan memulai petualangannya seorang diri dan ia menanti hal apa yang akan dialaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Altaria [Completed] || Revised
ChickLitMenjadi anak sulung dari dua bersaudara yang mana adiknya merupakan seorang perempuan juga membuat Altaria harus mau menjadi pemimpin perusahaan. Namun sebelum ada adiknya, Altaria sendiri sudah belajar keras dan melatih dirinya nanti untuk kelak me...
![Altaria [Completed] || Revised](https://img.wattpad.com/cover/249975217-64-k908567.jpg)