Memangnya siapa yang mau hidup seperti ini? Banyak orang. Tapi apa mereka tahu bahwa hidup seperti ini itu mengandung banyak bahaya dan masalah. Contohnya dari para penggila kekuasaan dan Altaria harus menghadapi itu di setiap harinya.
Mungkin ia tidak sekaku itu, tidak se-perfeksionis itu tetapi tetap saja ada kata dan tindakan yang harus dijaganya agar kelak tidak menjadi senjata yang akan dipakai lawannya.
Ia besar dengan banyak ranjau dan banyak cacian bukan berarti Altaria tahan banting dan kebal. Ia hanya belajar membiasakan diri dan melupakannya di esok hari. Karena Altaria tahu kesusahan sehari cukuplah hanya untuk sehari saja tidak harus berhari-hari.
Itulah caranya melewati setiap harinya dan di siang hari ini, ia yang sedang menerima laporan dari Kendra mengerutkan keningnya.
“Jadi, dibayar?”
Kendra mengangguk pasti.
“Dan diancam.”
Kembali Kendra mengangguk.
Seketika Altaria sakit kepala, ia memandang meja kopinya dengan datar. Langkah apa yang harus diambilnya. Masalahnya ia pun bukan tidak bisa membantu hanya saja menjaga agar tidak masuk lubang karena Altaria sudah tahu latar belakangnya.
“Kendra, perusahaan kita yang di Inggris bagaimana?”
Kendra sedikit bingung dengan pertanyaan Bosnya karena saat ini mereka sedang membahas hal lain.
“Baik bahkan sangat baik. Di kuartal kedua ini masuk dua puluh besar,” katanya.
Perlahan senyuman Altaria tertarik ke atas. “Kalau begitu untuk sementara ini fokus utama kita perusahaan di sana. Dua hari lagi kamu ke sana dan pekerjaanmu sementara akan diambil alih Richard. Kita harus punya peluru untuk bermain.”
Kendra mengerutkan keningnya dan Altaria dapat melihat raut pria itu yang terlihat jelas kurang suka dengan usulan Altaria.
“Nona, saya tidak bisa meninggalkan Nona di sini meski pun itu pada Richard,” katanya mengungkapkan penolakannya.
Altaria mendesah pelan. Ia senang bahkan bersyukur memiliki rekan seperti Kendra tetapi terkadang sifat overprotective pria itu membuat Altaria pusing.
“Kendra, kamu tetap harus ke Inggris. Kamu mau membiarkan saya ditendang dari sini? Yang jelas saya tidak mau karna perusahaan ini punya saya dan harus saya pertahankan dan harus mereka yang saya tendang. Nah, karena itu saya butuh suntikan ekstra tenaga dan salah satunya adalah memanfaatkan perusahaan kita di Inggris. Tidak ada debat lagi, Kendra. Palu sudah diketuk kamu berangkat dua hari lagi,” tukas Altaria sambil menatap Kendra dengan serius.
Kendra pun terpaksa harus menuruti perintah Altaria. “Baik, Nona.”
“Kamu di sana dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Dan untuk masalah ini tolong kamu hubungi Richard, Pita dan Soni untuk membuka jalan. Saya tidak suka ini berlarut-larut,” pesan Altaria lagi.
Kendra mengangguk. “Iya, Nona.”
“Bagus. Kalau begitu saya mau pulang. Kamu setelah hubungi mereka pulanglah. Dua hari ini kamu libur sampai keberangkatanmu ke Inggris biar mereka bertiga nanti yang bekerja.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Altaria [Completed] || Revised
Chick-LitMenjadi anak sulung dari dua bersaudara yang mana adiknya merupakan seorang perempuan juga membuat Altaria harus mau menjadi pemimpin perusahaan. Namun sebelum ada adiknya, Altaria sendiri sudah belajar keras dan melatih dirinya nanti untuk kelak me...
![Altaria [Completed] || Revised](https://img.wattpad.com/cover/249975217-64-k908567.jpg)