Pertama dan utama marilah VOTE terlebih dahulu.
Gak perlu nunggu dua minggu. Cukup satu minggu.
Terima kasih sudah mau menunggu.
Karena tebak tebakan di IG kepenulisan aku benar. Jadi sesuai janji, aku UP.
Happy Reading
Fernandoz tengah berada di sebuah restoran. Ia melakukan reservasi pada restoran ini. Sehingga hanya ada dirinya di dalam restoran.
Fernandoz melakukan ini, karena ia cukup sering diikuti oleh wartawan. Ia seorang pengusaha yang sangat menjaga privasi. Sehingga banyak yang ingin mengetahui tentang hidupnya.
Bahkan siapa ibu dari puterinya. Ia tahu, tentang berita yang beredar. Jika Sunny adalah puteri angkatnya. Tetapi, setelah melihat ada kemiripan dari wajah Fernandoz dan Sunny. Persepsi itu di patahkan. Banyak juga yang mengira bahwa Sunny anak hasil sebuah accident.
Pernah, salah satu media cetak membuat berita buruk tentang puterinya—Sunny. Lalu esoknya, Fernandoz membuat perusahaan media cetak tersebut di tutup. Semenjak itu, tidak ada yang berani membuat berita seperti itu lagi.
Bagi yang tidak mengenal Fernandoz, mungkin ia akan mengatakan bahwa Fernandoz adalah adalah sosok ayah idaman. Tapi bagi yang mengenal Fernandoz, mereka berpikir, Fernandoz melakukan itu karena tidak ingin nama baiknya tercoreng.
Entahlah, hanya Fernandoz dan tuhan yang tahu saat itu. Apa yang ada di dalam pikiran pria tersebut.
Kini, Fernandoz tengah menunggu seseorang. Cukup lama, sudah 15 menit.
"Maaf, saya telat."
Fernandoz masih memotong daging steak tanpa melihat siapa pemilik suara.
"Ternyata anda bukan seseorang yang professional."
Pembicaraan awal yang terkesan tidak baik.
"Permisi, saya disini. Bukan di bawah!"
Fernandoz menghela napas pelan. Ia meletakkan kembali garpu dan pisau miliknya. Lalu mendongak, menatap yang datang.
Fernandoz terdiam. Matanya bahkan tidak berkedip. Saat kedua pasang mata mereka bertemu.
Wanita di depannya ini menggunakan blazer hitam dengan celana hitam dasar panjang. Memang terlihat sebagai wanita karir dan berkelas.
Delia mengulurkan tangannya.
"Saya Delia Ayu Sasa, panggil saja Delia."
Tiga detik, menjadi lima detik. Fernandoz tidak kunjung menerima uluran tangannya.
Matanya masih menatap wajah Delia. Delia pun heran, kedua alisnya bertaut. Seolah mengatakan, ada apa dengan pria ini.
Delia melambaikan tangannya di depan wajah Fernandoz. "Pak, Fernandoz!"
Fernandoz tersadar. Ia memejamkan matanya sejenak. Menarik napasnya pelan dan menghembuskannya perlahan.
Ia segera berdiri. Mengulurkan tangan terlebih dahulu.
"Saya Fernandoz Al Malik, panggil saja Fernandoz."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAMPION CLASS
Roman pour AdolescentsKisah ini menceritakan tentang anak anak terbaik dari yang terbaik yaitu mereka yang mampu untuk masuk sekolah elit bernama TREE HIGH SCHOOL dan sebuah kelas elit yaitu CHAMPION CLASS. Tree High School adalah sebuah sekolah elit ternama yang sangat...
