33. Cenayang

301 33 3
                                        

Setelah memastikan keadaan aman dari telinga telinga asing, Jennie mulai menatap Mino dengan serius, jujur ini adalah tatapan yang paling horor selama ia berteman dengan Jennie,

"Kau tau apa? " tanya Jennie, nadanya sedikit memaksa,

Mino diam saja , dari ekspresinya dapat Jennie simpulkan jika laki-laki di hadapannya ini mengetahui sesuatu,

"Jennie Kim kau tidak ingat sepenuhnya? " benarkan dugaan Jennie, Mino pasti mengetahui sesuatu, mungkin ia juga orang yang sangat dekat dengan Bangtan atau Blackpink dimasa lalu? ,

Jika itu benar, ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengetahui apa yang belum Jennie ketahui,

"Ya, ingatanku belum sepenuhnya pulih"

"Ah, pantas saja"

"Maksudnya?,,, tunggu, kau siapa ? dimasa lalu aku tidak mengenalmu" Mino tersenyum lalu ia menunjuk keberadaan Irene di sana, berdiri di belakang mereka dengan senyuman cerah seperti biasanya,

"Sahabatku, Pangeran Song Minho" Jennie semakin bingung, ia menatap Irene dengan mata berkaca-kaca, itu artinya? Irene sudah mengingat masa lalu, masa sebelum mereka ber reinkarnasi,

Bintang Reinkarnasi memang benar-benar ada, dan Jennie bahagia dengan apa yang sudah bintang itu bawakan untuknya, ingatan yang sangat berharga,

"Eonni" Irene menyambut pelukan Jennie dengan tangis, ia ingat sebelum meninggalkan Gwangju kondisi adik iparnya sungguh sangat memprihatinkan, ia bahkan tak memiliki kesempatan untuk berpamitan pada Jennie,

"Aku merindukan mu, kenapa kau tidak mengatakan segalanya padaku? Sejak kapan? "

"Sejak aku pulang bersama Taehyung" Irene tersenyum tipis, ia mengajak Jennie duduk di salah satu bangku yang ada disana,

"Tanganku tidak sengaja bersentuhan dengan tangannya ketika malam itu, aku mulai mengingat segalanya,,,, tapi aku tidak terlalu yakin, sampai akhirnya aku bertemu Mino, kau ingat kita tidak pernah akrab sebelumnya, Satu-satunya temanku di kampus hanya Bogum, kau dan teman-teman mu,,,, Mino datang dan menceritakan segalanya,, apa yang ia ingat dan ia alami"

"Aku cenayang"

"Jangan menyela pembicaraan kami! " sentak Jennie melotot, Seketika Mino diam,

"Ah, eonni ingatanku belum sepenuhnya kembali, aku harus bagaimana agar aku bisa mengingat segalanya? " Irene tersenyum miris, jika ia jadi Jennie ia tak akan pernah mau mengatakan hal itu, jika boleh memilih, Irene ingin ingatan itu tidak akan pernah kembali,

"Jennie, semua perlu waktu setiap hari kalian mendapatkan mimpi yang sama kan? Itu adalah gambaran kehidupan masa lalu kalian, bagaimana? Kau suka?" Jennie mengangguk antusias ia mulai bercerita tentang apa saja yang ia alami dalam mimpi, mengabaikan Irene yang terus menatapnya penuh kesedihan,

Bohong jika Jennie tidak peka, dia adalah orang yang sangat pemerhati, apapun dapat masuk dalam spekulasi seorang Kim Jennie, juga pikiran pikiran negatif yang selalu menghantui dirinya, Sejujurnya Jennie takut,,

"Jennie yaa, kau tau kan kehidupan kita semua sudah berubah, ini tahun 2021, ini Seoul bukan Gwangju, dan ini adalah hidup kita yang baru, kau tau maksudnya? " Jennie menggeleng, maaf sepertinya ia harus pura-pura tidak mengerti,

"Tentukan masa depan mu sendiri, jangan lemah, dan juga jangan terpaku pada masa lalu, sebuah anugerah kita mendapatkan ingatan kita kembali, jadikan itu sebuah cerminan, kau berhak menentukan pilihanmu sendiri, begitu pula dengan Jisoo, Rose, dan, La,,, Lalisa, sesuatu yang menyakitkan jangan pernah memberi mereka kesempatan untuk mengulanginya" setelahnya Irene bergegas pergi, ia sudah tak tahan rupanya, cairan kristal memaksa turun dari sudut matanya,

𝙍𝙚𝙞𝙣𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓑𝓵𝓪𝓬𝓴𝓫𝓪𝓷𝓰𝓽𝓪𝓷 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang