Jennie melihat dan mengecek kembali apakah ada barang nya yang tertinggal? Mobil pengangkut yang di utus ibunya sudah datang, dan dia sedang menunggu sahabat sahabatnya untuk berpamitan, part macam apa ini? Tidak pernah ia bayangkan, jika ia akan pergi meninggalkan rumah penuh kenangan ini ,
"Lisa, Rose, eonni, cepatlah,,," dari dalam Rose dan Lisa datang dengan lesu sambil membawa sesuatu di tangan mereka,
"Ada apa ini hah? Kenapa buruk sekali wajah kalian? " Tanya Jennie mencubit pipi kuduanya dengan cukup keras,
"Aw sakit, akh hanya tidak menyangka akan secepat ini, kau bahkan tidak bilang jika hari ini , benar benar hari ini akan pergi?" Ucap Lisa sedikit kesal , pasal nya Jennie mengatakan ia akan pindah semalam setelah ia menyelesaikan makan malam mereka,
"Kau serius? Kita bahkan tidak punya party perpisahan atau apa misalanya,,," ucap Rose serius, apakah hanya akan berakhir begitu saja?
"Aku harus berobat Lisa, Rose, " cicit Jennie lirih, setelah ibu dan ayahnya mengetahui jika ia menderita anxiety ibunya langsung mencarikan dokter terbaik untuk mengobatinya, dan Jennie hanya patuh saja,
Di antara mereka berempat kondisi Jennie memang yang paling buruk, secara fisik mungkin baik baik saja , tapi secara mental, gadis itu yang paling hancur, ia di hancurkan dengan parah,
"Jennie,,,," panggil seseorang yang datang dari rumah sebelah, tiga orang pria, tiga bersaudara Kim ,
Kim Seokjin, Kim Namjoon dan Kim Taehyung, ketiganya berjalan menghampiri Jennie yang kini juga tengah berjalan menghampiri mereka bertiga, Jennie menangis memeluk ketiganya,
"Oppa, akuu,,,"
"Ssstt , jangan menangis Jennie, kau sudah cukup menangis selama ini, oppa akan dukung semua keputusan mu , jangan lupakan oppa nee? " Ucap Kim Taehyung terdengar lembut dan begitu tulus , mungkin selama ini kedua nya tidak terlihat dekat namun tidak di pungkiri jika Taehyung sangat menyayangi adik bungsunya,
"Kau akan menjauhi kita ? Kakak kakak mu? " Tanya Seokjin sementara Jennie menggeleng tegas, meskipun ia berusaha melupakan masa lalu tapi tidak dengan ketiga kakak di kehidupan sebelumnya, Jennie akan tetap menganggap mereka adalah saudara, 4 bersaudara Kim si anak anak Raja,
"Kalau begitu oppa ikut denganmu ya, kau pindah kemana?" Jennie menatap Seokjin sejenak, keseriusan tergambar jelas di wajahnya, Namjoon juga menganggukkan kepala tanda ia juga akan mengikuti kemana Jennie pindah, begitupun Taehyung,
"Kalian serius?"
"Ya, anak anak ibu suri tidak baik jika berpisah kan? " Jennie tertawa kecil,
"Aku akan ke New York,,,"
"Baiklah karena Jennie kecil kita pergi ke New York, maka ketiga oppa mu ini juga akan pergi kesana" Ucap Namjoon membuat Jennie kembali tersenyum, tidak peduli dunia memberikanya rasa sakit seperti apa tapi kakak kakak nya ada untuk Jennie, kedua orang tuanya juga selalu ada untuk Jennie, dia beruntung,
Dan itu membuat Jisoo tersenyum melihatnya, akhirnya seseorang bisa mengerti juga.
*****
Berbeda dengan Jennie yang begitu akur dengan saudara masa lalu nya , Lisa berbanding terbalik, jangankan berpamitan, bertemu saja tidak mau, Hoseok melihat punggung tegap adiknya begitu nanar , ia takut mendekati Lisa, mengingat emosi gadis itu belum juga stabil, berbeda dengan Rose yang saat ini berpamitan pada Jimin,
Jimin sudah pindah ke apartemen miliknya, dan satu satunya yang menempati rumah Bangtan hanyalah Hoseok, karena yang lain sudah pindah,
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙚𝙞𝙣𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙨𝙞 𝓦𝓲𝓽𝓱 𝓑𝓵𝓪𝓬𝓴𝓫𝓪𝓷𝓰𝓽𝓪𝓷
FanfictionHal hal yang di hindari ternyata adalah sebagian dari masa lalu "Jangan pergi Jisoo, kau bilang, kau adalah bayanganku, bayangan tidak akan pernah pergi kan? " "Apa yang dapat memisahkan bayangan dari objek nya? Kegelapan , Yang mulia,,, dan kau tel...
